Market Hari Ini 25 Sep 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

IHSG Awali Perdagangan Bursa di Zona Merah

IHSG Awali Perdagangan Bursa di Zona Merah
IHSG Awali Perdagangan Bursa di Zona Merah

Daftar Isi

  1. 01 Sektor Energi tetap jadi Fokus
  2. 02 248 Saham Menguat

KABARBURSA.COM - Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 25 September 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  dibuka di zona merah.

Pelemahan IHSG ini berbanding terbalik dengan bursa saham kawasan Asia dan Global yang menguat.

IHSG dibuka melemah 53,95 poin atau 0,69 persen ke posisi 7,724,54. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 9,57 poin atau 0,97 persen ke posisi 975,83.

Dari Asia, pemerintah China melalui Bank Rakyat China (PBoC) merilis serangkaian stimulus baru untuk mengangkat perekonomian negara tersebut yang sedangkan mengalami pelemahan.

China akan memangkas jumlah uang tunai yang perlu dimiliki bank, meskipun belum mengatakan kapan kebijakan ini direalisasikan.

Jumlah uang tunai yang perlu dimiliki bank dikenal sebagai rasio persyaratan cadangan atau Reserve Requirement Ratio (RRR) sebesar 50 basis poin (bps), diperkirakan ada pemotongan lagi sebesar 0,25 bps hingga 0,5 bps pada akhir tahun ini.

Sementara itu, bank sentral Australia (RBA) mengumumkan mempertahankan suku bunga tunai di level 4,35 persen untuk ketujuh kalinya berturut-turut.

Sedangkan bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street kembali reli, dengan indeks S&P 500 dan indeks Dow Jones ditutup pada rekor tertinggi.

Reli tersebut didorong saham pertambangan yang melonjak menyusul pengumuman China tentang paket stimulus.

Pada Selasa, 24 September kemarin, indeks Dow Jones (DJIA) ditutup naik 0,20 persen menjadi 42.208,22, S&P 500 menguat 0,25 persen ke 5.732,93 dan Nasdaq Composite menguat 0,56 persen ke 18.074,52.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei menguat 109,39 poin atau 0,29 persen ke level 38.050,00, indeks Hang Seng menguat 408,95 poin atau 2,15 ke 19,409,51, indeks Shanghai menguat 80,19 poin atay 2,80 persen ke level 2.943,32, dan indeks Straits Times menguat 13,39 poin atau 0,37 persen ke 3.60934.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan pasar spot pagi ini menguat.

Melansir data Bloomberg, pukul 09.40 WIB, rupiah berada pada level Rp15.088 per dolar AS. Rupiah menguat 99 poin atau 0,65 persen dibanding penutupan kemarin, Rp15.187 per dolar AS.

Pengamat pasar uang yang juga merupakan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, aktivitas bisnis Amerika Serikat stabil pada September 2024. Namun, harga rata-rata yang dibebankan untuk barang dan jasa naik pada laju tercepat dalam enam bulan.

Dia memprediksikan, hal ini berpotensi menunjukkan percepatan inflasi beberapa bulan mendatang.

“Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif tetapi ditutup menguat direntang Rp15.130-15.230,” kata Ibrahim.

Sektor Energi tetap jadi Fokus

Direktur PT Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus memproyeksikan IHSG akan mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Rabu, 25 September 2024. Level support IHSG diperkirakan berada di 7.680, dengan resistance di 7.820.

Menurut Daniel, sektor energi masih akan menjadi motor penggerak IHSG, seiring kenaikan harga komoditas energi dalam beberapa hari terakhir. Ia memperkirakan sektor ini akan terus menjadi fokus utama investor hingga akhir pekan.

Untuk Rabu, 25 September 2024, Daniel merekomendasikan beberapa saham untuk dibeli, di antaranya HRUM dengan target Rp1.600 per saham, INCO dengan target Rp3.950 per saham, dan UNVR dengan target Rp2.350 per saham.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga memprediksi IHSG hari ini berpotensi menguat meski dalam ruang terbatas. Ia menambahkan, pergerakan IHSG besok akan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Herditya merekomendasikan saham PGEO dengan harga di kisaran Rp1.120–Rp1.250 per saham, TLKM dengan target Rp3.310–Rp3.320 per saham, serta BBRI dengan target Rp5.600–Rp5.750 per saham.

248 Saham Menguat

Pada penutupan IHSG kemarin, sebanyak 249 saham tercatat menguat, sementara 332 saham turun, dan 215 saham stagnan. Kapitalisasi pasar berada di angka Rp12.980,55 triliun.

Di antara saham berkapitalisasi besar, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memimpin penguatan dengan kenaikan 2,26 persen menjadi Rp2.260 per saham. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga naik 2,12 persen ke Rp7.225, sementara PT Astra International Tbk (ASII) tumbuh 0,96 persen ke Rp5.275 per saham.

Namun, beberapa saham mengalami pelemahan, seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang turun 1,43 persen ke Rp8.600, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melemah 1,37 persen ke Rp10.800 per saham.

Untuk saham top gainers, PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) memimpin dengan lonjakan 25,20 persen ke Rp154, diikuti PT Sumber Sinergi Makmur Tbk. (IOTF) yang naik 22,61 persen menjadi Rp141 per saham.

Sementara itu, saham PT Green Power Group Tbk. (LABA) menjadi top losers dengan penurunan 16,67 persen ke Rp500, disusul PT Megapolitan Developments Tbk. (EMDE) yang turun 11,49 persen ke Rp131 per saham. (*)

 

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kabar Bursa tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait