Market Hari Ini 27 Jul 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

IHSG Berada di Ujung Wave, ASII dan BKSL Jadi Peluang, BBTN Waspada Koreksi

IHSG menguat tipis ke 7.543 dengan potensi koreksi, ASII dan BKSL membuka peluang beli, sementara BBTN perlu diwaspadai karena tren koreksi belum mereda.

IHSG ditutup naik 0,17 persen ke 7.543 dengan ruang penguatan terbatas. Saham ASII dan BKSL jadi peluang beli, sedangkan BBTN rawan koreksi lanjutan.

IHSG dibuka datar jelang akhir pekan, sektor keuangan tetap menopang pasar, investor asing net buy Rp319 miliar. Foto: Dok. KabarBursa.
IHSG dibuka datar jelang akhir pekan, sektor keuangan tetap menopang pasar, investor asing net buy Rp319 miliar. Foto: Dok. KabarBursa.

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan 25 Juli 2025 ditutup menguat tipis 0,17 persen di level 7.543. Namun, kenaikan tersebut belum sepenuhnya solid karena masih dibayangi tekanan jual. 

Secara teknikal, posisi IHSG pada awal pekan besok, Senin, 28 Juli 2025, diperkirakan sudah berada di ujung wave (iii) dari wave [c]. Artinya, potensi penguatan akan relatif terbatas, dengan proyeksi pergerakan hanya menuju area 7.580 hingga 7.614. 

Sebaliknya, investor tetap perlu mewaspadai kemungkinan koreksi yang bisa membawa indeks kembali ke rentang 7.318–7.432. Level support terdekat berada di 7.408 dan 7.304, sedangkan resistance berada di 7.595 dan 7.675.

Di tengah kondisi pasar yang cenderung berhati-hati, beberapa saham menarik perhatian. MNC Sekuritas merekomendasikannya untuk perdagangan Senin, 28 Juli 2025.

Yang pertama adalah PT Astra International (ASII). Perusahaan otomotif ini melemah 0,99 persen ke level 5.000. Tekanan jual yang muncul menandakan saham ini sedang berada di fase wave iv dari wave (v). 

Bagi investor, strategi buy on weakness di area 4.880–4.930 masih relevan, dengan target harga di 5.100 hingga 5.150, serta batas pengaman di bawah 4.840.

Selanjutnya adalah saham Blue Bird (BIRD), yang terkoreksi tipis 0,26 persen ke 1.910, tetapi kenaikan volume beli memberikan sinyal positif. Secara teknikal, BIRD diperkirakan berada di fase awal wave [i] dari wave 5 (label hitam) atau wave 5 dari wave (1) (label merah). 

Peluang speculative buy terbuka di rentang 1.890–1.910 dengan target kenaikan di 1.975 hingga 2.000. Namun, untuk mengantisipasi volatilitas, level stop loss bisa dipasang di bawah 1.875.

Berbeda dengan dua saham sebelumnya, Bekasi Fajar Industrial Estate (BKSL) justru menguat 0,83 persen ke 122. Volume pembelian ikut meningkat, meski penguatan ini masih tertahan oleh MA20. Secara teknikal, BKSL diperkirakan sedang membentuk awal wave 5 dari wave (C). 

Area buy on weakness berada di 116–121, dengan potensi kenaikan ke 134 hingga 149, sementara stop loss berada di bawah 109.

Dari sisi perbankan, Bank Tabungan Negara (BBTN) turun 1,65 persen ke level 1.195. Saham ini diperkirakan berada di fase awal wave [c] dari wave 2, sehingga risiko koreksi lanjutan menuju area 970–1.040 masih terbuka. Strategi yang disarankan adalah sell on strength di kisaran 1.200–1.225.

Secara keseluruhan, pasar masih bergerak hati-hati. IHSG memang berpeluang melanjutkan kenaikan, tetapi ruang penguatannya terbatas dan potensi koreksi tetap ada. Beberapa saham seperti ASII dan BKSL bisa menjadi pilihan bagi investor yang disiplin memanfaatkan momentum, sementara saham BBTN perlu diwaspadai. 

Pekan ini, kecermatan dalam memilih titik masuk dan keluar menjadi kunci untuk menjaga hasil investasi tetap positif.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait