Market Hari Ini 11 Dec 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

IHSG Berpotensi ke 8.400: Empat Emiten ini Direkomendasikan BoW

IHSG menguat ke 8.700 namun memasuki zona rawan koreksi, dengan sejumlah saham direkomendasikan buy on weakness di tengah sentimen pasar yang tetap hati-hati.

IHSG naik 0,51% ke 8.700 namun berpotensi koreksi. Rekomendasi BRMS, CDIA, GOTO, dan TINS fokus pada buy on weakness di tengah sentimen hati-hati.

IHSG berpotensi melemah ke level 8.400-an. Foto: Dok KabarBursa.
IHSG berpotensi melemah ke level 8.400-an. Foto: Dok KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu, 10 Desember 2025, dengan nada positif. IHSG berhasil menguat 0,51 persen dan semakin memantapkan posisinya di level 8.700,92.

Pada perdagangan kemarin, total transaksi di seluruh pasar mencapai 685 juta lot dengan nilai Rp33,88 triliun. Sementara di pasar reguler, volume mencapai 634 juta lot. Ada aktivitas yang cukup solid dari pelaku pasar institusi maupun ritel.

Namun, di balik kenaikan tersebut, struktur teknikal IHSG pada hari ini berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai. Indeks diperkirakan sedang berada di akhir wave [iii] dari wave 5 pada struktur jangka menengah. 

Kondisi ini biasanya memang menjadi area rawan pelemahan sebelum memasuki wave [iv]. Potensi koreksi ke area 8.447–8.562 menjadi skenario yang cukup wajar, sekaligus menutup gap tipis yang terbentuk sebelumnya. 

Skenario terburuk yang disampaikan analis menunjukkan bahwa IHSG bisa saja telah menyelesaikan wave (1) dan berpotensi terkoreksi lebih dalam menuju area 8.000-an, meskipun untuk saat ini probabilitasnya belum dominan.

Level support terdekat berada pada 8.622 dan 8.493, yang akan diuji jika pasar bergerak melemah dalam beberapa sesi mendatang. Sementara itu, resistance berada di 8.769 dan 8.809, menjadi area yang harus ditembus untuk menjaga momentum bullish jangka pendek.

Di pasar saham, MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness dan spec buy untuk beberapa emiten. BRMS menjadi salah satu saham yang menunjukkan sinyal awal pemulihan dengan kenaikan 2,08 persen ke 980 dan ditopang volume pembelian yang meningkat. 

Meski tertahan MA20, struktur wave menunjukkan adanya potensi pembentukan wave [c] yang membuka peluang kenaikan ke 1.050 hingga 1.125, selama area 955 tetap bertahan.

CDIA justru masuk ke fase koreksi wajar setelah melemah 1,05 persen ke 1.885. Tekanan jual masih dominan, tetapi posisinya yang diperkirakan berada di wave [iv] membuka ruang penguatan kembali setelah terkonsolidasi di area 1.825–1.845. Target jangka pendek berada di 1.955 hingga 2.040 selama tidak menembus 1.770.

GOTO kembali bergerak melemah ke level 70 seiring tekanan jual yang masih kuat. Namun, secara struktur, saham ini diperkirakan sedang membentuk wave (v) dari wave [i], sehingga peluang teknikal untuk rebound tetap terbuka. Area 67–69 menjadi zona akumulasi spekulatif dengan ruang kenaikan menuju 74 dan 77 jika tekanan jual mulai mereda.

TINS mengalami koreksi ringan ke 3.020, masih dibayangi distribusi jangka pendek. Saham ini berada pada fase wave 4 dari wave (3), yang biasanya merupakan fase konsolidasi sebelum kembali melanjutkan tren naik. 

Skenario buy on weakness pada 2.850–3.010 menjadi pendekatan yang relevan, dengan target menuju 3.200 hingga 3.420.

Sentimen pasar hari ini bergerak dalam spektrum hati-hati tetapi tetap konstruktif. Penguatan IHSG dibantu oleh capital inflow yang merata, sementara rekomendasi saham cenderung fokus pada strategi antisipatif menjelang potensi koreksi teknikal. 

Pelaku pasar menaruh perhatian pada pergerakan global dan kemungkinan volatilitas yang muncul akibat rilis data ekonomi besar serta kebijakan bank sentral. Meskipun begitu, struktur teknikal sejumlah saham menunjukkan peluang yang masih dapat dimanfaatkan selama disiplin risk management tetap diterapkan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait