Market Hari Ini 18 Sep 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

IHSG Bertahan di Atas 8.000: Saham AMMN Jadi Magnet Pasar

Support di rentang Rp7.400–Rp7.500 dipandang sebagai benteng pertahanan. Jika jebol, risiko koreksi yang lebih dalam bisa menghantam

Sinyal teknikal kembali menyoroti saham Amman Mineral Internasional (AMMN). Relative Strength Index (RSI) 14 hari kini berada di kisaran 65–66

Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Sinyal teknikal kembali menyoroti saham Amman Mineral Internasional (AMMN). Relative Strength Index (RSI) 14 hari kini berada di kisaran 65–66, mendekati wilayah netral-bullish. Angka ini menandakan tren kenaikan masih bernafas panjang, meski pasar tetap berjaga atas potensi koreksi yang bisa datang sewaktu-waktu.

Pergerakan harga AMMN pun terbilang solid. Saham ini bertahan di atas rata-rata bergerak (moving average) jangka pendek hingga menengah, termasuk SMA dan EMA 50 hari, menegaskan bahwa momentum bullish belum pudar. Namun para analis memberi catatan penting: resistance kuat berada di sekitar Rp8.300. Jika level ini berhasil ditembus dengan dukungan volume yang mumpuni, peluang reli menuju Rp9.000 bahkan Rp10.000 kian terbuka.

Meski begitu, pasar juga menyoroti sisi bawah. Support di rentang Rp7.400–Rp7.500 dipandang sebagai benteng pertahanan. Jika jebol, risiko koreksi yang lebih dalam bisa menghantam, sekaligus menekan sentimen investor jangka pendek.

Prediksi strategi pun terbagi dua. Investor agresif akan melihat tembusnya Rp8.300 sebagai sinyal akumulasi, dengan trailing stop di bawah support penting. Sebaliknya, bila harga gagal melewati resistance dan berbalik arah, pendekatan menunggu sambil menyiapkan opsi cut loss menjadi lebih rasional. Dalam jangka menengah, prospek AMMN masih dianggap kondusif, terutama selama program buyback berjalan dan harga komoditas global menopang sentimen.

Namun volatilitas tetap jadi faktor dominan. Harga saham AMMN rentan berbalik cepat jika diterpa kabar negatif terkait logam mulia, tembaga, kebijakan pemerintah, atau dinamika operasional smelter. Kegagalan menembus resistance juga bisa memicu aksi jual dari pelaku pasar teknikal.

Fundamental pada akhirnya tetap menjadi pengendali. Produksi, tren harga komoditas, hingga regulasi ekspor konsentrat akan menentukan apakah kenaikan saham ini berkelanjutan atau hanya reli sesaat. Pasar pun menanti jawaban: apakah AMMN mampu melaju lebih jauh, atau justru harus menguji kembali support sebelum bangkit.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan dengan catatan positif, naik 21,43 poin atau 0,27 persen ke level 8.046,61. Sepanjang perdagangan, pergerakan indeks berada dalam rentang sempit, menandakan sikap hati-hati meski sentimen optimisme tetap mendominasi.

IHSG dibuka lebih tinggi di 8.065,74, sempat menyentuh level tertinggi di 8.068,01—rekor baru dalam 52 pekan terakhir. Namun aksi ambil untung sejenak mendorong indeks turun ke titik terendah 8.005,60, sebelum akhirnya kembali menguat menjelang penutupan sesi.

Kinerja IHSG pada pagi ini memperlihatkan ketahanan pasar di atas level psikologis 8.000. Meski volatilitas sempat muncul, kepercayaan terhadap prospek ekonomi domestik dan fundamental emiten besar tetap menjadi pilar utama, di tengah pengaruh global dari kebijakan pemangkasan suku bunga Federal Reserve.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait