Market Hari Ini 13 Feb 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Tim Editorial

IHSG Dibuka Melemah di Level 6.639, NAYZ dan SOUL Masuk Daftar Terkoreksi

IHSG Dibuka Melemah di Level 6.639, NAYZ dan SOUL Masuk Daftar Terkoreksi
IHSG Dibuka Melemah di Level 6.639, NAYZ dan SOUL Masuk Daftar Terkoreksi

Daftar Isi

  1. 01 Investor Lakukan ini saat IHSG Loyo

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Kamis, 13 Februari 2025, sebesar 6,46 poin atau 0,10 persen ke level 6.639,32. Angka itu masih cenderung rebound setelah IHSG sempat menyentuh level 6.500-an dalam kurun waktu lima hari terakhir.

Pergerakan indeks sejak awal sesi menunjukkan fluktuasi, dengan level tertinggi sempat menyentuh 6.648,16 dan terendah di 6.632,24.

Total volume transaksi di seluruh pasar tercatat mencapai 3,21 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp252,07 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 17,95 ribu kali. Sementara itu, pada pasar reguler, IHSG sempat bergerak di kisaran 6.645,78.

Dalam perdagangan hari ini, sejumlah saham mencatatkan kenaikan yang signifikan, mereka masuk jajaran top gainers.

Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers pada sesi perdagangan pagi ini menunjukkan kenaikan signifikan, dipimpin oleh Pioneerindo Gourmet International dengan kode saham PTSP yang melonjak 24,70 persen atau naik 205 poin ke level 1.035.

Raja Roti Cemerlang Tbk dengan kode saham BRRC juga mencatatkan kenaikan tajam sebesar 14,71 persen atau bertambah 10 poin menjadi 78. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif terhadap sektor konsumen.

Saham Klinko Karya Imaji Tbk dengan kode saham KLIN turut menguat 9,09 persen atau naik 17 poin ke posisi 204.

Pergerakan positif juga terlihat pada Logisticsplus International Tbk dengan kode saham LOPI yang naik 7,89 persen atau bertambah 3 poin menjadi 41.

Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk dengan kode saham PGLI melengkapi daftar saham top gainers dengan kenaikan 6,21 persen atau bertambah 9 poin ke level 154.

Selain saham yang mengalami kenaikan, sejumlah saham lain malah mengalami penurunan dan masuk daftar terkoreksi. Saham-saham tersebut terkena efek sentimen global bahkan tekanan persaingan pasar yang cukup sengit. Namun, daftar saham-saham terkoreksi ini dapat berubah sewaktu-waktu.

Saham pertama yang mengalami penurunan, dipimpin oleh Hassana Boga Sejahtera Tbk dengan kode saham NAYZ yang turun 9,46 persen atau melemah 7 poin ke level 67.

Mitra Tirta Buwana Tbk dengan kode saham SOUL juga mencatatkan pelemahan sebesar 8,70 persen atau turun 2 poin menjadi 21. Koreksi serupa terjadi pada saham Nanotech Indonesia Global Tbk dengan kode saham NANO yang turun 8,00 persen atau berkurang 2 poin ke posisi 23.

Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk dengan kode saham OLIV mengalami penurunan 5,88 persen atau terkoreksi 1 poin ke level 16. Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dengan kode saham TLKM juga masuk dalam daftar saham yang mengalami tekanan, turun 5,24 persen atau melemah 130 poin ke level 2.350.

Investor Lakukan ini saat IHSG Loyo

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan tengah mengalami penurunan drastis. Kondisi ini dinilai membuat kekhawatiran bagi para investor.

Pengamat Pasar Modal Desmond Wira, menyarankan agar para investor tidak perlu panik dengan penurunan IHSG saat ini. Menurutnya,  banyak investor  cemas dan terburu-buru menjual saham ketika pasar turun tajam.

"Namun, ini sering kali bukan keputusan yang bijak, terutama jika perusahaan yang dimiliki memiliki fundamental yang kuat," ujar dia kepada Kabarbursa.com di Jakarta, Kamis, 13 Februari 2025.

Dalam kondisi ini, para investor dituntut untuk  tetap tenang dan mengevaluasi apakah penurunan tersebut bersifat sementara atau berkaitan dengan isu jangka panjang.

Lalu kemudian, investor juga perlu mengevaluasi kembali portofolio mereka. Desmond menganjurkan para investor untuk meninjau  kembali kondisi fundamental dari saham-saham yang telah dimiliki.

"Jika ada saham yang masih memiliki prospek jangka panjang yang baik, mungkin ini adalah waktu untuk tetap menyimpan atau membeli lebih banyak. Sebaliknya jika ada saham yang fundamentalnya memburuk, bisa dilepas," jelasnya.

Selain itu, Desmond menyarankan para investor fokus kepada investasi jangka panjang. Dia menuturkan investor tidak perlu terlalu fokus pada fluktuasi harian atau mingguan.

Lebih lanjut, Desmon juga menjelaskan terkait strategi pengelolaan risiko yang efektif selama periode volatilitas ini. Dia mengakui jika selama pasar saham turun tajam, pengelolaan risiko menjadi sangat penting untuk melindungi portofolio dan meminimalkan kerugian.

"Yang pertama selalu pakai uang dingin untuk investasi. Hindari menggunakan utang atau dana marjin karena market sedang sangat volatil," terang dia.

Yang kedua adalah diversifikasi risiko. Langkah ini, kata Desmond, bisa dengan melakukan diversifikasi pada kelas aset berbeda seperti saham, obligasi, komoditas, real estat.

Kemudian yang terakhir, dia menganjurkan investor melakukan DCA (Dolar Cost Averaging) jika membeli saham dan membelinya secara bertahap dalam periode tertentu.

"Melakukan DCA ini juga merupakan salah satu cara mengurangi risiko, sehingga tidak terjebak di harga terlalu tinggi. Walaupun juga tidak mendapatkan harga terlalu rendah," pungkasnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait