Market Hari Ini 02 Apr 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

IHSG Dibuka Melemah ke 7.140, Saham-Saham Ini Melonjak dan Tertekan di Awal

Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan mayoritas sektor yang bergerak di zona merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, turun 43,60 poin atau 0,61 persen ke level 7.140,84 pada awal sesi, Kamis, 2 April

Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, turun 43,60 poin atau 0,61 persen ke level 7.140,84 pada awal sesi, Kamis, 2 April 2026. Sepanjang sesi pembukaan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.153 sebelum terkoreksi hingga level terendah di 7.131.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan mayoritas sektor yang bergerak di zona merah. Data perdagangan menunjukkan total volume transaksi mencapai 7,96 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp420,48 miliar dari 59,39 ribu transaksi. Aktivitas pasar terlihat masih cenderung wait and see setelah penguatan signifikan pada perdagangan sebelumnya.

Di sisi pergerakan saham, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) sektor industri dasar menjadi top gainer dengan kenaikan 24,68 persen ke level 1.440. Disusul oleh PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) dari sektor basic industry yang menguat 20,00 persen ke level 870. PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) sektor teknologi naik 15,09 persen ke 244, sementara PT Mitra Investindo Tbk (MITI) sektor energi menguat 14,29 persen ke 288 dan PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) sektor perdagangan naik 10,07 persen ke 1.530.

Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada sejumlah saham. PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) sektor industri dasar terkoreksi 11,11 persen ke level 96. PT Remala Abadi Tbk (DATA) sektor teknologi melemah 10,55 persen ke 2.290. PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) sektor perdagangan turun 9,16 persen ke 119, PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) sektor properti melemah 8,41 persen ke 490, dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sektor industri dasar turun 7,89 persen ke 2.100.

Secara sektoral, tekanan terdalam terjadi pada sektor teknologi yang turun 2,03 persen, diikuti sektor industrial yang melemah 1,83 persen dan sektor siklikal yang turun 1,51 persen. Sementara itu, sektor kesehatan justru mencatat penguatan tipis sebesar 0,44 persen dan sektor keuangan naik 0,27 persen, menjadi penopang terbatas bagi indeks.

Pelaku pasar saat ini mencermati dinamika global serta pergerakan lanjutan setelah reli sebelumnya, sehingga aksi ambil untung jangka pendek mulai terlihat. Selain itu, rotasi sektor juga mulai terjadi dengan investor cenderung selektif pada saham-saham berkapitalisasi menengah dan kecil yang masih memiliki momentum.

Menurut analis dari MNC Sekuritas  posisi IHSG sebelumnya berada dalam fase penguatan wave (v) dari wave [c], namun masih membuka peluang koreksi lanjutan ke area 6.745 hingga 6.849. Dalam skenario terbaik, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan ke kisaran 7.450 hingga 7.675 apabila fase koreksi telah selesai. Level support berada di 7.022 dan 6.917, sementara resistance terdekat berada di 7.302 dan 7.434.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait