Market Hari Ini 10 Sep 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Pramirvan Datu

IHSG Dibuka Menguat 0,56 Persen ke Level 7.671

IHSG dibuka menguat 43 poin ke 7.671, namun proyeksi analis sebut pasar masih tertekan usai reshuffle Menkeu dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa.

IHSG naik ke 7.671, tapi analis proyeksikan pelemahan usai reshuffle Menkeu Sri Mulyani digantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

IHSG kembali menguat, naik 43 poin. Foto: KabarBursa/Hutama Prayoga.
IHSG kembali menguat, naik 43 poin. Foto: KabarBursa/Hutama Prayoga.

Daftar Isi

  1. 01 IHSG Diprediksi ke Arah ini Usai Purbaya Gantikan Menkeu Sri Mulyani

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,56 persen atau naik 43 poin ke level 7.671 pada perdagangan Rabu, 10 September 2025.

Pada pembukaan sesi I hari ini, aktivitas perdagangan tercatat mencapai 5,09 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp419,48 miliar dari 38,78 ribu frekuensi.

Sejumlah saham terlihat mencatatkan lonjakan signifikan dan masuk jajaran top gainer. PT Pakuan Tbk. (UANG) naik 25 persen ke level 1.325. PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) melesat 20,62 persen ke 193. 

Saham konstruksi PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA) turut terapresiasi 18,42 persen ke 1.125. Diikuti PT Lion Metal Works Tbk. (LION) yang menguat 18,18 persen ke 650, serta PT Menn Teknologi Indonesia Tbk. (MENN) yang naik 8,47 persen ke 64.

Sementara itu, sejumlah saham terkoreksi tajam. PT Ginting Jaya Energi Tbk. (WOWS) anjlok 14,44 persen ke 77. PT Sekar Laut Tbk. (SKLT) turun 14,13 persen ke 158. 

PT Puri Sentul Permai Tbk. (KDTN) juga terkoreksi 10,83 persen ke 140. PT Imago Mulia Persada Tbk. (LFLO) juga terpantau mengalami penurunan sebesar 9,68 persen ke 224, ada pula PT Nanotech Indonesia Global Tbk. (NANO) yang melemah 9,59 persen ke 66.

Penguatan IHSG turut ditopang kinerja positif sejumlah sektor. Infrastruktur menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,89 persen, disusul sektor energi dan industri yang sama-sama menguat 0,66 persen. Sektor keuangan juga mencatatkan kenaikan 0,65 persen, sedangkan sektor properti naik 0,52 persen. 

Namun, tidak semua sektor berada di zona hijau. Sektor barang baku (basic industry) terkoreksi 0,34 persen, diikuti sektor non-cyclical yang turun tipis 0,17 persen, serta sektor teknologi yang relatif stagnan dengan pelemahan tipis 0,03 persen.

Sementara itu PT Reliance Sekuritas Tbk memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak di kisaran support pada level 7,548 dan resistance pada level 7,716 dengan kecenderungan melemah.

Secara teknikal, Reliance Sekuritas menyampaikan candle IHSG berbentuk black spinning top, di bawah MA5 dan MA20, indikator Stochastic dead cross mendekati area oversold.

"Dengan demikian, kami proyeksikan hari ini IHSG akan mengalami pelemahan," tulis Reliance dalam risetnya. 

IHSG Diprediksi ke Arah ini Usai Purbaya Gantikan Menkeu Sri Mulyani

IHSG terus bergerak melemah setelah adanya reshuffle posisi Menteri Keuangan (Menkeu). Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan reshuffle lima menteri dalam kabinet Merah Putih pada Senin, 8 September 2025. 

Salah satu yang terkena reshuffle ialah posisi Menkeu, yang sebelumnya diduduki oleh Sri Mulyani, kini digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. 

Analis sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana, mengakui jika pasar sangat kehilangan sosok Sri Mulyani sebagai Menkeu. Menurutnya pergantian di kursi Menkeu menciptakan policy uncertainty (ketidakpastian kebijakan) di mata investor.

"Pasar menilai hilangnya figur Sri Mulyani, yang selama ini menjadi simbol kredibilitas fiskal dan daya tarik investor global, meninggalkan kekosongan kepercayaan yang harus segera diisi Menkeu baru," ujar dia kepada Kabarbursa.com, Senin, 8 September 2025.

Hendra menyebut Purbaya Yudhi memiliki rekam jejak panjang di bidang ekonomi, mulai dari Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga pengalaman di Danareksa. Namun, ia menilai pasar tetap membandingkannya dengan reputasi global pendahulunya. 

Di sisi lain, Hendra mengatakan pemerintah dan Presiden dituntut tampil solid dalam meyakinkan publik bahwa reshuffle ini adalah bagian dari strategi memperkuat kabinet, bukan sinyal pelemahan fundamental. 

Ia bilang, komitmen menjaga stabilitas fiskal, proyek strategis nasional, dan koordinasi erat dengan Bank Indonesia akan menjadi kunci dalam meredakan gejolak. 

"Tanpa komunikasi yang kuat, risiko arus keluar dana asing akan terus membayangi," tuturnya. 

Secara analisis teknikal, Hendra menjelaskan IHSG berpotensi masih bergerak volatil di kisaran 7.670-7840 pada jangka pendek, mengingat secara historis bulan September adalah periode dengan weak seasonality.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait