Market Hari Ini 06 Jan 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

IHSG Dibuka Menguat ke 8.882,88, Aliran Dana Asing Mulai Masuk

Pada awal perdagangan, IHSG bergerak stabil dengan rentang perdagangan harian berada di kisaran 8.882,88 hingga 8.895,27

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa, 6 Januari 2026, di zona hijau dan melanjutkan tren penguatan.

Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa, 6 Januari 2026, di zona hijau dan melanjutkan tren penguatan. Berdasarkan data pasar, IHSG dibuka menguat ke level 8.882,88 atau naik 0,27 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, seiring meningkatnya minat beli investor sejak awal sesi perdagangan.

Pada awal perdagangan, IHSG bergerak stabil dengan rentang perdagangan harian berada di kisaran 8.882,88 hingga 8.895,27. Volume transaksi tercatat mencapai sekitar 12,38 juta lot dengan nilai transaksi sebesar 490,32 triliun rupiah dan frekuensi transaksi mendekati 88,87 ribu kali. Aktivitas pasar yang relatif ramai ini mencerminkan masih terjaganya sentimen positif pelaku pasar terhadap pergerakan indeks.

Dari sisi aliran dana, investor asing tercatat mulai kembali melakukan aksi beli. Nilai pembelian asing mencapai sekitar 6,99 triliun rupiah, sementara penjualan asing berada di kisaran 6,95 triliun rupiah. Dengan demikian, pasar mencatatkan net foreign buy sekitar 38,87 miliar rupiah di seluruh pasar pada awal perdagangan, yang menjadi salah satu faktor penopang pergerakan IHSG.

Secara sektoral, mayoritas indeks sektor bergerak di zona hijau. Sektor basic industry mencatatkan penguatan tertinggi dengan kenaikan sekitar 1,08 persen. Sektor transportasi menguat sekitar 0,84 persen, diikuti sektor non-cyclical yang naik sekitar 0,73 persen dan sektor infrastruktur yang menguat sekitar 0,66 persen. Sektor teknologi turut mencatatkan kenaikan sekitar 0,64 persen, sementara sektor energi naik sekitar 0,37 persen. Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang bergerak melemah tipis sekitar 0,05 persen.

Pada jajaran saham penguat, saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk dengan kode saham INPC dari sektor perbankan melonjak sekitar 25,68 persen. Saham PT Danasupra Erapacific Tbk berkode DEFI di sektor jasa keuangan menguat sekitar 24,38 persen. Saham PT Siantar Top Tbk dengan kode STTP dari sektor consumer non-cyclical naik sekitar 19,95 persen. Selanjutnya, saham PT Logindo Samudramakmur Tbk berkode LEAD di sektor transportasi dan logistik menguat sekitar 13,59 persen, serta saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk dengan kode INET di sektor teknologi yang naik sekitar 13,56 persen.

Sementara itu, tekanan jual masih terlihat pada sejumlah saham. Saham PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk berkode KLAS dari sektor transportasi terkoreksi sekitar 14,29 persen. Saham PT Asuransi Digital Bersama Tbk dengan kode YOII di sektor keuangan melemah sekitar 9,23 persen. Saham PT Perintis Triniti Properti Tbk berkode TRIN dari sektor properti turun sekitar 8,97 persen, disusul saham PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk berkode TRON di sektor teknologi yang melemah sekitar 8,81 persen. Saham PT MPX Logistics International Tbk dengan kode MPXL di sektor logistik turut turun sekitar 8,80 persen.

Tim analis MNCS dalam laporan Daily Scope Wave menilai IHSG masih berada dalam fase penguatan lanjutan setelah membentuk rekor tertinggi baru. Secara teknikal, IHSG diperkirakan berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], sehingga masih berpeluang melanjutkan penguatan ke area 8.852 hingga 8.905. Adapun level support berada di kisaran 8.705 dan 8.584, sementara level resistance terdekat berada di area 8.870 dan 8.960.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait