Market Hari Ini 04 Dec 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Tim Editorial

IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.637, Ditopang Sektor Teknologi

investor asing mencatat nilai pembelian sekitar Rp6,05 triliun rupiah dan penjualan Rp5,98 triliun rupiah. Secara keseluruhan, tercatat net buy asing di seluruh pasar sebesar Rp70,25 miliar rupiah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan pagi hari ini dengan positif, bergerak naik ke level 8.637,37 atau menguat 25,59 poin setara 0,30 persen

Papan pantau saham di Bursa Efek Indonesia. Foto: doc Desty Luthfiani KabarBursa.com.
Papan pantau saham di Bursa Efek Indonesia. Foto: doc Desty Luthfiani KabarBursa.com.

KABARBURSA.COM- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan pagi hari ini dengan positif, bergerak naik ke level 8.637,37 atau menguat 25,59 poin setara 0,30 persen.

Pada sesi pembukaan, IHSG tercatat sempat menyentuh level tertinggi di 8.650,30 sebelum kembali terkoreksi ringan. Aktivitas transaksi juga terbilang solid dengan total nilai transaksi pasar mencapai sekitar Rp1,47 triliun rupiah dan frekuensi lebih dari 233 ribu kali.

Dari data yang terlihat, investor asing mencatat nilai pembelian sekitar Rp6,05 triliun rupiah dan penjualan Rp5,98 triliun rupiah. Secara keseluruhan, tercatat net buy asing di seluruh pasar sebesar Rp70,25 miliar rupiah.

Meski begitu, pada pasar reguler asing masih mencatat net sell hingga Rp229,60 miliar rupiah, sementara pada pasar tunai dan negosiasi terjadi net buy cukup besar sebesar Rp299,85 miliar rupiah.

Dari jajaran saham penggerak, beberapa emiten langsung mencuri perhatian.

PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk dengan kode saham IPOL memimpin daftar top gainer setelah melonjak 33,98 persen ke harga 138. Tidak kalah impresif, Yanaprima Hastapersada Tbk dengan (YPAS) melesat 24,49 persen ke level 915.

PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) juga mengalami lonjakan signifikan sebesar 23,32 persen ke harga 1.930. Saham PT Cilicap Samudera Fishing Industry Tbk dengan kode saham ASHA dan PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) masing-masing menguat 19,10 persen dan 18,82 persen.

Sementara itu, daftar top loser didominasi saham-saham yang mengalami tekanan sejak awal perdagangan. PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) melemah 8,50 persen ke level 140. 
PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) turun 7,30 persen ke harga 127. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) juga terseret turun 7,11 persen ke level 9.150.

PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) serta Martina Berto Tbk (MBTO) masing-masing terkoreksi 6,25 persen.

Dari sisi sektoral, sebagian besar sektor bergerak variatif namun tetap memberikan kontribusi terhadap penguatan indeks. Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 0,76 persen, disusul sektor industrial yang naik 0,68 persen dan energi yang menguat 0,51 persen.

Sektor keuangan juga ikut menopang penguatan dengan naik 0,30 persen. Namun beberapa sektor lain masih mencatat pelemahan seperti non-cyclical yang turun 0,16 persen, transportasi turun 0,25 persen, serta sektor kesehatan yang terkoreksi tipis 0,09 persen.

Menurut laporan MNCS Daily Scope Wave  IHSG saat diperkirakan masih berada dalam fase wave (iii) dari wave [iii], dengan potensi penguatan menuju area 8.660. Namun, analis MNCS mengingatkan potensi koreksi pada rentang 8.460–8.491 yang sekaligus menjadi area uji support penting. (*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait