Kemenangan Prabowo-Gibran dalam Pemilu 2024 merupakan rekor tersendiri sebagai paslon non-incumbent yang menang dalam satu putaran pilpres. Mereka berhasil meraih 96.214.691 suara atau setara dengan 58,6persen dari total suara sah nasional, yang berjumlah 164.227.472 suara. Sementara itu, paslon Anies-Muhaimin mendapatkan 40.971.906 suara atau setara dengan 24,9persen suara sah, dan paslon nomor urut 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, berada pada posisi ketiga dengan 27.040.878 suara atau setara dengan 16,5persen suara sah nasional. Kemenangan ini dicapai dalam satu putaran pemilu tanpa perlu dilakukan putaran kedua.
Kemenangan Prabowo-Gibran juga merupakan kemenangan terbesar dalam sejarah pemilu langsung di Indonesia. Sebelumnya, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden SBY-Boediono pada Pilpres 2009 juga meraih kemenangan besar dengan menang di 27 dari 33 provinsi, atau 81,8persen provinsi di Indonesia.
Dari sisi global, Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) masih membuka peluang untuk melakukan pemangkasan suku bunga acuan Federal Funds Rate sebanyak tiga kali. Meskipun baru saja memutuskan untuk menahan tingkat bunga pada pertemuan Maret, bank sentral berfokus pada memperlambat laju pengurangan kepemilikan obligasi dan tidak terlalu khawatir dengan kenaikan inflasi baru-baru ini. Para pejabat bank sentral memutuskan secara bulat untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 5,25persen–5,5persen, yang merupakan yang tertinggi sejak tahun 2001, untuk pertemuan kelima berturut-turut. Mereka juga memberi isyarat bahwa mereka masih berencana untuk melakukan pemangkasan suku bunga acuan tahun ini, dengan tiga kali potongan yang diantisipasi pada tahun 2024.