Market Hari Ini 31 Oct 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

IHSG Diprediksi Bergerak di Area 8.268-8.354: Perhatikan Empat Saham ini

IHSG menguat 0,22 persen ke 8.184 dan berpeluang lanjut naik menuju 8.354. MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada ADMR, ANTM, DEWA, dan ERAA.

IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 8.354. MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness untuk ADMR, ANTM, DEWA, dan ERAA.

Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (Foto: KabarBursa.com)
Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (Foto: KabarBursa.com)

Daftar Isi

  1. 01 Perhatikan ADMR, ANTM, DEWA, dan ERAA

KABARBURSA.COM – IHSG membuka hari dengan landasan teknikal yang lebih kokoh. Penguatan tipis sebesar 0,22 persen ke 8.184 pada penutupan perdagangan Kamis, 30 Oktober 2025, disertai lonjakan volume beli dan posisi harga yang kembali berada di atas MA20, memberi sinyal bahwa reli belum kehabisan tenaga. 

Struktur gelombang yang dipetakan sebagai awal wave (iii) dari wave [iii] mengisyaratkan bias menanjak, dengan area kenaikan terdekat mengarah ke 8.268–8.354. MNC Sekuritas dalam risetnya menyebut, selama buyer mampu mempertahankan ritme di atas sabuk support 8.042 dan 7.967, peluang uji resistansi 8.269 lalu 8.365 tetap terbuka. 

Dengan begitu, skenario intraday yang ideal adalah pullback sehat yang dangkal mendekati MA20 untuk mengisi tenaga, sebelum harga menekan kembali area 8.2xx atas. Sebaliknya, kegagalan bertahan di 8.042 berisiko mengubah sesi menjadi “choppy” dan menunda uji resistansi.

Perhatikan ADMR, ANTM, DEWA, dan ERAA

Di level saham, daftar rekomendasi MNC Sekuritas cenderung oportunistik, yaitu menunggu pelemahan terukur untuk masuk, dengan risk-reward yang masih menarik. 

ADMR terkoreksi 2,01 persen ke 1.465 dan secara gelombang diperkirakan berada di fase wave (iv) dari wave [v]. Artinya, koreksi saat ini lebih mirip jeda ketimbang pembalikan. 

Zona beli on weakness 1.420–1.445 menjadi area akumulasi alami dengan target bertahap 1.555 dan 1.640, sementara proteksi risiko idealnya di bawah 1.400 agar struktur naik tetap rapih. 

ANTM juga bergerak defensif, turun 2,50 persen ke 3.120 dan belum menembus cluster MA20/MA60. Pembacaan ini konsisten dengan awal wave [d] dari wave 4 pola triangle, di mana fasenya biasanya sideways cenderung naik.

Dengan begitu, skenario “spec buy” di 3.060–3.120 masih relevan dengan target 3.370 hingga 3.580 dan pagar risiko di bawah 3.020.

DEWA justru menunjukkan nafas baru. Harga sahamnya naik 5,19 persen ke 324 dengan volume beli meningkat meski belum menembus MA20. 

Secara gelombang dipandang memulai wave [v] dari wave C, yang lazimnya mendorong percobaan higher high jangka pendek. Area sergap beli 302–316 memberi bantalan risiko yang wajar dengan target 344 dan 360, bertahan di bawah 286 untuk menjaga disiplin. 

ERAA terkoreksi 3,23 persen ke 420 dan dipetakan di wave [ii] dari wave 1. Ini menjadi fase korektif yang umumnya diikuti pemantulan gelombang impulsif berikutnya. Karena itu, pendekatan buy on weakness 404–418 dengan target 442 dan 470 bisa dipertimbangkan, sambil menempatkan stop di bawah 394 untuk menghindari terjebak bila koreksi melebar.

Dirangkum dari peta teknikalnya, pasar hari ini condong memberi kesempatan “buy the dip” terukur pada saham-saham pilihan MNC Sekuritas sembari menunggu konfirmasi IHSG menembus 8.269 untuk menjaga momentum menuju 8.354. 

Selama support kunci tidak jebol dan volume beli tetap hidup, bias menanjak lebih unggul daripada skenario distribusi. Di sisi lain, disiplin pada level stop penting untuk menjaga performa portofolio jika sesi mendadak berbalik volatil.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait