Market Hari Ini 18 Dec 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

IHSG Diprediksi Bergerak Sempit: Ini Saham Pilihan MNC dan Phintraco

IHSG masih bertahan dalam tren naik jangka menengah, namun pergerakannya melambat dan rawan konsolidasi, dengan fokus pasar pada area support krusial dan strategi buy on weakness saham pilihan.

IHSG terkoreksi tipis dan diprediksi bergerak konsolidatif. Analis melihat peluang uji support dengan strategi buy on weakness pada saham pilihan.

IHSG bisa saja merosot ke level 8.600-an usai reli panjang. Foto: kabarBursa.com/Desty Luthfiani.
IHSG bisa saja merosot ke level 8.600-an usai reli panjang. Foto: kabarBursa.com/Desty Luthfiani.

Daftar Isi

  1. 01 ANTM, BBRI, SMGR, TAPG Buy on Weakness

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu, 17 Desember 2025, dengan koreksi tipis, 0,11 persen dan mengunci posisi di level 8.677. Tren kenaikan sejauh ini masih terlihat dan bisa saja membawa IHSG kembali ke level 8.700-an.

Dari sudut pandang teknikal, MNC Sekuritas melihat posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave [iv] dari wave 5 dalam skenario utama. Artinya, koreksi yang terjadi lebih bersifat teknikal dan korektif, bukan pembalikan tren. 

Dalam skenario ini, IHSG masih berpotensi turun lebih dulu untuk menguji area 8.464–8.560, sekaligus menutup gap tipis yang masih tersisa. Area tersebut menjadi zona krusial karena akan menentukan apakah koreksi akan berhenti sebagai pullback sehat, atau justru berkembang lebih dalam. 

Skenario terburuk memang tetap terbuka, yakni jika IHSG telah menyelesaikan wave (1) dan memasuki fase koreksi yang lebih dalam menuju area psikologis 8.000-an. Namun sejauh ini, sinyal menuju skenario ekstrem tersebut belum dominan.

Pandangan ini sejalan dengan pembacaan Phintraco Sekuritas yang menilai IHSG masih berada dalam tren naik untuk jangka menengah hingga panjang. Posisi indeks yang tetap bertahan di atas MA5, MA20, MA50, hingga MA200 memperkuat status bullish struktural. 

Namun, momentum kenaikannya kali ini lebih lambat. Hal ini tercermin dari pergerakan sideways dalam rentang sempit dan belum adanya dorongan volume yang agresif. 

Stochastic RSI yang membentuk golden cross di dekat area oversold memang membuka peluang rebound teknikal, tetapi Phintraco menekankan bahwa selama IHSG masih ditutup di bawah 8.750, ruang geraknya cenderung terbatas dalam fase konsolidasi di kisaran 8.600–8.750.

Kombinasi dua pendekatan ini memberi gambaran bahwa perdagangan Kamis, 18 Desember 2025, berpotensi diwarnai volatilitas terbatas dengan kecenderungan menguji area support lebih dulu sebelum muncul upaya pantulan. 

Support terdekat di 8.553 dan 8.493 menjadi level yang sensitif secara psikologis, sementara resistance di 8.714 hingga 8.821 masih menjadi tembok yang sulit ditembus tanpa katalis baru.

ANTM, BBRI, SMGR, TAPG Buy on Weakness

Dalam konteks saham individual, MNC Sekuritas menekankan strategi buy on weakness pada sejumlah saham. ANTM dinilai mulai memasuki fase awal wave [iii] dari wave 5, dengan penguatan yang disertai volume, meski masih tertahan MA60. Ini menunjukkan akumulasi mulai terbentuk, namun belum memasuki fase impulsif penuh. 

BBRI juga menunjukkan struktur teknikal yang relatif kuat dengan harga mampu bertahan di atas MA20 dan berada di akhir wave (i) dari wave [c]. Struktur ini memberi ruang lanjutan kenaikan setelah koreksi minor. 

Sebaliknya, SMGR masih berada dalam fase wave iv dari wave (a), sehingga tekanan jual jangka pendek masih berpotensi berlanjut sebelum struktur naik kembali terbentuk. 

TAPG bergerak lebih defensif, flat namun dengan volume beli yang muncul, mengindikasikan fase konsolidasi menjelang pergerakan berikutnya.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham konsumsi dan komoditas seperti MAPA, MAPI, INCO, NCKL, dan CNMA untuk trading harian. 

Secara keseluruhan, data dan rekomendasi menunjukkan bahwa IHSG hari ini lebih mungkin bergerak konsolidatif dengan kecenderungan menguji support ketimbang melanjutkan reli agresif. Sentimen global yang masih fluktuatif dan absennya katalis domestik besar membuat pelaku pasar cenderung menahan agresivitas. 

Dalam kondisi seperti ini, strategi buy on weakness dan trading selektif menjadi pendekatan yang paling rasional, sembari menunggu konfirmasi apakah IHSG mampu kembali mengakumulasi tenaga untuk menembus area 8.750, atau justru harus menuntaskan fase koreksi teknikalnya lebih dulu.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait