Market Hari Ini 12 Oct 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

IHSG Diprediksi Lesu di Awal Pekan, Cermati Saham-saham ini

Perkiraan lesunya indeks datang dari kebijakan baru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Perkiraan lesunya indeks datang dari kebijakan baru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (Foto: KabarBursa/Desty Luthfiani)
Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (Foto: KabarBursa/Desty Luthfiani)

Daftar Isi

  1. 01 Peluang Trading Jangka Pendek

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan awal pekan atau Senin, 13 Oktober 2025. Perkiraan lesunya indeks datang dari kebijakan baru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

Pengamat Pasar Modal sekaligus founder Republik Investor, Hendra Wardana kebijakan Trump mengenai penerapan kembali tarif impor terhadap berbagai produk asal China menimbulkan kembali ketegangan dagang antara dua negara tersebut. 

Hendra menyebut Kebijakan itu langsung mengguncang pasar keuangan global. Indeks Dow Jones ditutup anjlok -1,90 persen, S&P 500 turun tajam -2,71 persen, dan Nasdaq Composite merosot lebih dalam -3,56 persen pada perdagangan akhir pekan lalu. 

"Aksi jual besar-besaran di Wall Street mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi global akibat potensi pembalasan dari pihak Beijing," ujar dia dalam keterangannya yang diterima Kabarbursa.com, Minggu, 12 Oktober 2025.

Hendra menilai efek domino dari gejolak tersebut hampir pasti terasa di pasar Asia, termasuk Indonesia. Ia memperkirakan IHSG akan terkoreksi, melanjutkan fase konsolidasi di kisaran support 8.200–8.222 dengan resistance di 8.272–8.300. 

"Saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan dan konglomerasi yang memiliki porsi kepemilikan asing cukup besar, berpotensi mengalami tekanan jual lanjutan," ungkapnya. 

Namun, koreksi ini dipandang tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Hendra menyebut dalam beberapa kali gejolak eksternal sebelumnya, pasar domestik terbukti cepat pulih karena faktor fundamental dalam negeri yang tetap solid. 

Biasanya, lanjut dia, tekanan jual akibat kepanikan global hanya bersifat sementara, dan justru membuka peluang untuk masuk kembali pada harga yang lebih menarik  strategi yang sering disebut buy on weakness. 

Namun di tengah meningkatnya ketidakpastian global, Hendra mencatat investor asing masih menunjukkan kepercayaan terhadap pasar Indonesia. 

"Selama sepekan terakhir, aliran dana asing mencatat net buy sekitar Rp3,21 triliun. Total pembelian asing mencapai Rp37,75 triliun, sementara penjualan tercatat Rp34,54 triliun," tuturnya. 

Peluang Trading Jangka Pendek

Di tengah potensi koreksi IHSG, Hendra melihat sejumlah saham masih menawarkan peluang menarik untuk trading jangka pendek maupun menengah. Berikut beberapa saham yang ia nilai berpotensi melanjutkan tren positif dalam waktu dekat:

CDIA (Chandra Daya Investasi Tbk)

- Buy: 2.320

- Target di 2.420–2.460

- Stop loss 2.250.

 Candlestick menunjukkan momentum penguatan yang masih terjaga, didukung pergerakan MACD di atas garis nol.

SSIA (Surya Semesta Internusa Tbk)

- Buy: 2.090

- Target: 2.180–2.220

- Stop loss: 2.030

 

Harga yang rebound dari MA10 mengindikasikan fase konsolidasi sehat dengan potensi lanjutan tren naik.

WIRG (Wir Asia Tbk)

 - Buy: 136

- Target: 141–144

- Stop loss: 132

Rebound kuat dari MA100 menjadi sinyal awal pembentukan tren bullish jangka pendek.

BKSL (Bekasi City Tbk)

- Buy: 149

- Target: 155–158

- Stop loss: 145

 

Candlestick bullish marubozu menunjukkan dominasi buyer dan potensi lanjutan kenaikan.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait