IHSG Diproyeksi Menguji 7.050, Pasar Diminta Waspada Koreksi Singkat

IHSG berpotensi menguat ke 7.050, namun analis MNC Sekuritas mengingatkan potensi koreksi singkat ke 6.848–6.874 sebelum reli berlanjut.

MNC Sekuritas proyeksikan IHSG menguat ke 7.050. Koreksi jangka pendek tetap perlu dicermati di tengah potensi rotasi sektor awal kuartal ketiga.

MNC Sekuritas proyeksikan IHSG menguat ke 7.050. Koreksi jangka pendek tetap perlu dicermati di tengah potensi rotasi sektor awal kuartal ketiga. Foto: KabarBursa/Abbas Sandji.
MNC Sekuritas proyeksikan IHSG menguat ke 7.050. Koreksi jangka pendek tetap perlu dicermati di tengah potensi rotasi sektor awal kuartal ketiga. Foto: KabarBursa/Abbas Sandji.

Daftar Isi

  1. 01 Saham yang Layak Dicermati

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berpeluang melanjutkan reli ke rentang 6.992–7.050 pada perdagangan Rabu, 2 Juli 2025, setelah sehari sebelumnya terkoreksi 0,18 persen menjadi 6.915.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai fase pelemahan kemarin hanyalah bagian dari gelombang (b) di dalam struktur wave [b]. “Posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [b], sehingga IHSG masih berpeluang menguat setidaknya ke rentang 6.992–7.050,” kata Herditya dalam riset harian MNCS Daily Scope Wave, Rabu, 2 Juli 2025.

Meski prospek jangka pendeknya mengarah naik, Herditya mengingatkan potensi penurunan intraday ke area 6.848–6.874 sebelum indeks melanjutkan pendakian. Ia mematok level penyangga di 6.824 dan 6.752, sementara hambatan terdekat berada di 6.994 dan 7.085.  

Saham yang Layak Dicermati

MNC Sekuritas menyoroti empat emiten yang menarik diperhatikan seiring pergerakan IHSG hari ini:

1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Harga turun 1,07 persen ke 3.700. Struktur teknikal menunjukkan saham ini berada dalam wave B sehingga masih rentan koreksi ke area 3.590–3.670.  

2. Bumi Resources (BUMI)

Saham batubara ini melemah 4,20 persen ke 114. Selama bertahan di atas 111, pergerakan harga diperkirakan tetap di fase wave (b) dari wave [ii] dengan potensi teknikal menuju 125–130 dalam skenario optimistis.  

3. Bukit Asam (PTBA)

Kemarin ditutup di 2.460 setelah tertekan jual, posisi teknikalnya dinilai berada di awal wave [c] dari wave Y—membangun peluang pembalikan arah ke 2.540–2.640.  

4. United Tractors (UNTR)

Menguat tipis 0,12 persen ke 21.475 dengan dominasi volume beli. Namun Herditya menilai saham ini berada di ujung wave (y) dari wave [b], sehingga rentan pullback ke kisaran 20.525–20.875 sebelum bergerak lebih tinggi.  

Herditya menekankan, pergerakan keempat saham tersebut masih akan sangat dipengaruhi reli IHSG dan rotasi sektor menjelang awal kuartal ketiga. “Tetap cermati level-level penopang masing-masing emiten untuk mengantisipasi volatilitas,” ujar Herditya.  

Dengan dinamika gelombang di zona penentu dan tekanan jual yang mulai menipis, investor diharapkan menjaga disiplin pada area support krusial sembari mewaspadai koreksi singkat yang bisa terjadi kapan saja.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait