IHSG Diproyeksikan Melemah, Turun 1,93 Persen

IHSG Diproyeksikan Melemah, Turun 1,93 Persen
IHSG Diproyeksikan Melemah, Turun 1,93 Persen

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih diproyeksikan melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 10 Februari 2024. Beberapa saham yang direkomendasikan oleh analis untuk perdagangan pagi ini adalah BBRI, ITMG, MIKA, dan TOBA.

Analis MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG bakal terkoreksi agresif 1,93 persen ke level 6.742 disertai munculnya tekanan jual.

“Kami perkirakan posisi IHSG sudah berada di akhir wave (iii) dan wave [c], sehingga koreksinya akan relatif terbatas dan berpeluang menguat untuk membentuk wave (iv) ke rentang area 6,767-6,891 sekaligus menutup area gap yang ada,” tulis tim analis MNC Sekuritas dalam keterangannya, Senin, 10 Februari 2025.

MNC Sekuritas mengungkapkan, level support pada perdagangan pagi ini adalah 6,639, 6,542. Sedangkan untuk resistance berada di level 6,830, 6,931.

Adapun beberapa saham yang direkomendasikan oleh tim MNC sekuritas pada perdagangan pagi ini, antara lain: BBRI, ITMG, MIKA, dan TOBA.

BBRI - Spec Buy

BBRI menguat 1,51 persen ke 4,030 disertai dengan tingginya volume pembelian. Tim MNC Sekuritas memprakirakan, posisi BBRI sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 1, sehingga koreksi BBRI akan relatif terbatas dan berpeluang menguat.

Spec Buy: 3,890-3,920

Target Price: 4,110, 4,340

Stoploss: below 3,800

ITMG - Buy on Weakness

ITMG menguat 0,88 persen ke 25,675 disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami perkirakan, posisi ITMG saat ini sedang berada pada awal dari wave c dari wave (b), sehingga ITMG berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 25,425-25,625

Target Price: 26,100, 26,725

Stoploss: below 24,975

MIKA - Buy on Weakness

MIKA menguat 2,97 persen ke 2,430 disertai dengan tingginya volume pembelian. Selama masih mampu berada di atas 2,290 sebagai stoplossnya, maka posisi MIKA saat ini sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii].

Buy on Weakness: 2,360-2,400

Target Price: 2,500, 2,620

Stoploss: below 2,290

TOBA - Sell on Strength

TOBA terkoreksi 7,46 persen ke 372 disertai dengan munculnya volume penjualan. Analis memperkirakan, posisi TOBA saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave B. Hal tersebut berarti, TOBA masih rawan terkoreksi untuk menguji rentang 272-308 sebagai area koreksinya.

Sell on Strength: 386-396

Ada Peluang untuk Investor

Seperti dibertakan sebelumnya, Senior Technical Analyst Panin Sekuritas, Mayang Anggita, mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang anjlok signifikan pada penutupan Jumat, 7 Februari 2025, bisa menjadi peluang bagi para investor.

Mayang melihat bahwa IHSG saat ini sedang menguji area support di level 6.700 sampai 6.750. Dengan pola hammer candle, terdapat peluang untuk rebound ke level 6.830.

“Tapi di sisi lain, stochastic-nya ini arahnya masih ke bawah, artinya masih ada kemungkinan untuk melanjutkan kelemahan. Support-nya itu sebenarnya enggak terlalu jauh, ada di sekitar 6.600,” kata Mayang dalam segmen Dialog Analis Kabar Bursa Hari Ini di kanal YouTube KabarBursaCom pada Jumat, 7 Februari 2025.

Menurut dia, IHSG mengalami tekanan jual yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kendati demikian, kondisi itu bisa menjadi peluang bagi investor untuk mendapatkan saham-saham berkualitas dengan harga miring.

Contohnya saham di sektor keuangan, meski sempat terjun tajam. Pada perdagangan hari ini berpotensi menjadi titik balik untuk rebound dalam waktu dekat.

“Kalau saya melihat indeks sektor finansial, posisi saat ini masih ada di sekitar area support. Justru, dengan kondisi IHSG yang turun cukup dalam, ini sebetulnya sebuah peluang. Di mana kita bisa mendapatkan saham-saham bagus dengan kondisi yang sudah terdiskon cukup dalam,” ujar dia.

Mayang membeberkan beberapa saham perbankan utama seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada Jumat, 7 Februari 2025 malah mulai menunjukkan tanda-tanda rebound setelah mengalami pelemahan dalam sepekan terakhir.

“BBRI naik 1,51 persen, BMRI juga sudah rebound 0,98 persen, dan BBCA naik lebih tinggi lagi, yaitu 4,47 persen. Untuk BBCA, posisinya cukup baik karena ada bullish divergence,” ucap dia.

Mayang menyarankan investor untuk melakukan pembelian bertahap alias buy on weakness, alih-alih langsung mengalokasikan seluruh modalnya dalam sekali transaksi. Namun tetap memperhatikan kinerja keuangannya.

Sementara untuk sektor energi, bahan baku, dan infrastruktur mengalami koreksi tajam, yang menurut Mayang disebabkan oleh aksi ambil untung setelah mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Mayang memilih untuk menunggu keputusan resmi sebelum memberikan spekulasi lebih lanjut untuk melihat apakah fluktuasi harga saham salah satunya karena kebijakan Bank Indonesia dalam menetapkan suku bunga. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait