Market Hari Ini 14 Jul 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

IHSG Diproyeksikan Menguat, Berikut Empat Saham Rekomendasi Analis

IHSG diproyeksikan menguat ke 7.134, namun tetap waspadai resistance teknikal. Saham ASII, AUTO, BBTN, dan PTBA masuk radar rekomendasi analis.

IHSG diprediksi menguat ke 7.134. Cek rekomendasi saham ASII, AUTO, BBTN, dan PTBA serta potensi koreksi teknikal yang masih mengintai pasar.

ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan pagi ini, Senin, 14 Juli 2025.
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan pagi ini, Senin, 14 Juli 2025.

Daftar Isi

  1. 01 Berada di Fase Krusial

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan pagi ini, Senin, 14 Juli 2025. Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain ASII, AUTO, BBTN dan PTBA.  

Analis MNC Sekuritas memprediksi IHSG menguat sebesar 0,6o persen ke level 7,047 didominasi oleh volume pembelian.

“Pada skenario terbaiknya, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave c dari wave (b) dari wave [b]. Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji 7,064-7,134,” kata tim analis MNC Sekuritas, Senin, 14 Juli 2025.

Tim analis memprakirakan, dalam jangka pendek, IHSG akan menguji 6,971, 6,907, namun demikian waspadai akan adanya lanjutan koreksi yang cukup dalam pada rentang area 7,085, 7,117.

Adapun beberapa saham yang direkomendasikan oleh tim MNC sekuritas pada perdagangan pagi ini, antara lain: ASII, AUTO, BBTN dan PTBA.

ASII - Buy on Weakness

ASII menguat 0,64 persen ke 4,710 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Tim analis memperkirakan, posisi ASII saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 3, sehingga koreksi ASII akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

  • Buy on Weakness: 4,590-4,660
  • Target Price: 4,770, 4,850
  • Stoploss: below 4,520

AUTO - Spec Buy

AUTO menguat 0,98 persen ke 2,060 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, namun pergerakannya masih tertahan oleh MA60. Selama AUTO masih mampu berada di atas 2,020 sebagai stoplossnya, maka posisi AUTO saat ini sedang berada di awal wave (c) dari wave [b].

  • Spec Buy: 2,030-2,060
  • Target Price: 2,100, 2,130
  • Stoploss: below 2,020

BBTN - Buy on Weakness

BBTN menguat 3,46 persen ke 1,195 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun masih mampu berada di atas MA200. Tim analis memperkirakan, posisi BBTN saat ini sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b].

  • Buy on Weakness: 1,140-1,170
  • Target Price: 1,220, 1,265
  • Stoploss: below 1,105

PTBA - Buy on Weakness

PTBA menguat 2,06 persen ke 2,480 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Tim analis memperkirakan, posisi PTBA saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave [c], sehingga PTBA masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

  • Buy on Weakness: 2,420-2,460
  • Target Price: 2,520, 2,620
  • Stoploss: below 2,380

Berada di Fase Krusial

Seperti diberitakan sebelumnya, IHSG kini berada dalam fase teknikal yang cukup krusial. Setelah berhasil menembus level psikologis 6.971 dan bertahan di atasnya, terbuka peluang bagi kelanjutan tren kenaikan menuju area 7.184. Level tersebut dianggap sebagai zona potensial untuk terjadinya pembalikan arah berdasarkan pola teknikal bat pattern.

Sejumlah indikator teknikal mendukung skenario reli lanjutan. Indikator MACD telah memasuki wilayah positif, RSI masih berada di level sehat sekitar 57, dan Parabolic SAR juga telah mengonfirmasi sinyal beli. Kondisi ini membuat sebagian pelaku pasar mulai mempertimbangkan bahwa tren kenaikan baru mungkin saja sedang dimulai.

Meski demikian, terdapat juga skenario lain yang perlu diwaspadai. Tim riset dari Indonesia Investment Education (IIE) menyebutkan bahwa IHSG kini sedang menguji resistance penting di kisaran 7.051 hingga 7.060. Apabila indeks gagal menembus level tersebut, maka potensi koreksi ke area 6.950 kembali terbuka.

Lebih lanjut, dari delapan parameter tren yang diperkenalkan oleh Mark Minervini, sejauh ini baru dua yang dinyatakan terpenuhi. Hal ini mencerminkan bahwa tren saat ini belum sepenuhnya menguat, dan pemulihan sentimen belum bisa dijadikan acuan untuk bersikap agresif.

Dengan demikian, arah pergerakan IHSG dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada kemampuannya untuk menembus resistance jangka pendek. Pasar disarankan tetap berhati-hati sembari mencermati dinamika teknikal berikutnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait