Market Hari Ini 30 Jun 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

IHSG Diproyeksikan Terkoreksi Tipis, Turun 0,96 Persen

IHSG diprediksi terkoreksi, investor disarankan mulai rotasi ke sektor defensif. Saham INCO, JPFA, MDKA hingga XIFE masuk radar beli pagi ini.

IHSG berpotensi terkoreksi, analis rekomendasikan rotasi portofolio ke sektor defensif. Saham pilihan: INCO, JPFA, MDKA, MIKA, XIFE.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan terkoreksi pada perdagangan pagi ini, Senin, 230 Juni 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan terkoreksi pada perdagangan pagi ini, Senin, 230 Juni 2025.

Daftar Isi

  1. 01 Ada Angin Segar dari Timur Tengah

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan terkoreksi pada perdagangan pagi ini, Senin, 30 Juni 2025. Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain: INCO, JPFA, MDKA dan XIFE.

Analis MNC Sekuritas memprediksi IHSG terkoreksi sebesar 0,96 persen ke level 6,907 disertai dengan munculnya volume pembelian.

“Kami masih memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B, sehingga IHSG masih rawan untuk melanjutkan koreksinya,” kata tim analis MNC Sekuritas, Senin, 30 Juni 2025.

Tim analis memprakirakan, dalam jangka pendek, IHSG akan menguji 6,783-6,813, namun demikian waspadai akan adanya lanjutan koreksi yang cukup dalam pada rentang area 6,561-6,721.

MNC Sekuritas mengungkapkan, level support pada perdagangan pagi ini adalah 6,752, 6,632. Sedangkan untuk resistance berada di level 6,914, 6,994.

Adapun beberapa saham yang direkomendasikan oleh tim MNC sekuritas pada perdagangan pagi ini, antara lain: INCO, JPFA, MDKA dan XIFE.

INCO - Buy on Weakness

INCO menguat 4,53 persen ke 3,230 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama INCO masih mampu berada di atas 3,050 sebagai stoplossnya, maka posisi INCO sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave 2.

  • Buy on Weakness: 3,150-3,200
  • Target Price: 3,380, 3,590
  • Stoploss: below 3,050

JPFA - Buy on Weakness

JPFA menguat 4,91 persen ke 1,495 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Tim analis memperkirakan, posisi JPFA sedang berada di awal wave 1 dari wave (3), sehingga JPFA masih berpeluang menguat.

  • Buy on Weakness: 1,445-1,480
  • Target Price: 1,535, 1,605
  • Stoploss: below 1,415

MDKA - Spec Buy

MDKA menguat 1,39 persen ke 1,830 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama MDKA masih mampu berada di atas 1,750 sebagai stoplossnya, maka posisi MDKA diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [b].

  • Spec Buy: 1,780-1,810
  • Target Price: 1,890, 2,050
  • Stoploss: below 1,750

MIKA - Buy on Weakness

MIKA menguat 2,50% ke 2,460 disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama masih mampu berada di atas 2,360 sebagai stoplossnya, maka kami perkirakan MIKA sedang berada di awal wave (b) dari wave [b].

  • Buy on Weakness: 2,420-2,450
  • Target Price: 2,540, 2,640
  • Stoploss: below 2,360

XIFE - Buy on Weakness

XIFE terkoreksi 1,89 persen ke 104. Kami perkirakan, posisi XIFE saat ini sedang berada pada bagian dari wave (B) dari wave [Y], sehingga XIFE masih rawan terkoreksi dahulu.

  • Buy on Weakness: 98-104
  • Target Price: 109, 116
  • Stoploss: below 95

Ada Angin Segar dari Timur Tengah

Meredanya ketegangan geopolitik global turut memengaruhi arah strategi pelaku pasar di Indonesia. Narasi gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam sepekan terakhir memang memberi angin segar, namun analis menilai situasi tersebut masih tergolong rapuh dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Dinamika ini tercermin pada pergerakan harga komoditas utama seperti minyak mentah yang mulai terkoreksi dari level tertingginya. Meski begitu, harga komoditas tersebut masih berada dalam rentang yang rentan terhadap gejolak geopolitik lanjutan.

Analis pasar modal dari Traderindo, Wahyu Laksono, menilai kondisi ini sebagai momen awal yang tepat bagi investor untuk mulai melakukan rotasi portofolio secara selektif dari sektor komoditas ke sektor yang lebih tahan banting.

“Rotasi ini bukan berarti menjual seluruh eksposur energi atau komoditas, tapi mulai menyeimbangkan portofolio agar lebih tahan terhadap risiko eksternal,” jelas Wahyu kepada KabarBursa.com, Minggu, 29 Juni 2025.

Ia juga mengingatkan bahwa selama situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah belum benar-benar kondusif, pasar masih berisiko terhadap lonjakan harga komoditas secara tiba-tiba.

Dalam lanskap yang belum sepenuhnya pulih, Wahyu menyoroti bahwa sektor-sektor dengan karakter defensif kian menarik perhatian investor. Ia menilai sektor perbankan, konsumsi primer, dan telekomunikasi memiliki peluang besar untuk menjadi penopang utama kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka menengah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait