Market Hari Ini 18 Jun 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Pramirvan Datu

IHSG Ditutup Melemah 0,74 Persen, Sektor Barang Konsumsi Turun Lebih Satu Persen

Total volume perdagangan di seluruh pasar mencapai 191,91 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp10,43 triliun dan frekuensi sebanyak 1,16 juta kali.

IHSG melemah ke 7.102,98 pada 18 Juni 2025, bentuk pola shooting star, sinyal koreksi. Sektor properti menguat, asing catat net buy Rp197 M.

Papan pantau di BEI untuk Jumat, 13 Juni 2025. (Foto: KabarBursa/Abbas Sandji)
Papan pantau di BEI untuk Jumat, 13 Juni 2025. (Foto: KabarBursa/Abbas Sandji)

Daftar Isi

  1. 01 IHSG Bentuk Pola Shooting Star: Potensi Koreksi Masih Tinggi

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 52,88 poin atau setara 0,74 persen ke level 7.102,98 pada akhir perdagangan Rabu, 18 Juni 2025. 

Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 7.089,46 hingga 7.166,67 dengan level pembukaan di 7.155,12.

Total volume perdagangan di seluruh pasar mencapai 191,91 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp10,43 triliun dan frekuensi sebanyak 1,16 juta kali. Di pasar reguler, volume mencapai 173,26 juta lot dengan nilai Rp9,95 triliun.

Investor asing mencatatkan beli bersih (net foreign buy) di pasar reguler senilai Rp197 miliar, dengan nilai pembelian asing Rp3,59 triliun dan penjualan asing Rp3,39 triliun.

Saham dengan kenaikan harga tertinggi antara lain PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) yang melonjak 34,25 persen ke harga Rp98 per saham, disusul PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 34,07 persen ke Rp244 per saham.

Lalu, PT Haloni Jane Tbk (HALO) naik 33,85 persen ke Rp87 per saham, PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) naik 24,59 persen ke Rp304 per saham, dan PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) naik 23,29 persen ke Rp90 per saham.

Sementara itu, saham-saham dengan penurunan terdalam meliputi PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) yang turun 14,89 persen ke harga Rp160 per saham, PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) turun 14,87 persen ke Rp166 per saham.

PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) turun 14,86 persen ke Rp2.350 per saham, PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) turun 10,92 persen ke Rp212 per saham, dan PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) turun 9,59 persen ke Rp132 per saham.

Dari sebelas sektor, hanya dua sektor yang menguat. Sektor properti mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,01 persen, disusul sektor industri yang naik 0,15 persen. 

Sektor lainnya mengalami tekanan, dipimpin sektor barang konsumsi siklikal yang melemah 1,29 persen, sektor teknologi turun 1,21 persen, sektor keuangan turun 0,84 persen, sektor barang konsumsi non-siklikal turun 0,60 persen.

Sementara, sektor transportasi turun 0,49 persen, sektor kesehatan turun 0,48 persen, sektor bahan baku turun 0,46 persen, sektor infrastruktur turun 0,28 persen, dan sektor energi turun 0,11 persen.

IHSG Bentuk Pola Shooting Star: Potensi Koreksi Masih Tinggi

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan, meskipun pekan ini indeks sempat menguat, IHSG sebenarnya membentuk pola shooting star yang merupakan salah satu jenis bearish candle.

Lantas bagaimana dengan pekan ini 16 hingga 20 Juni 2025? 

Meskipun ada banyak data ekonomi yang akan rilis, namun pelaku pasar akan fokus pada 2 agenda, pertama FOMC yang kemungkinan FFR masih akan ditahan dan eskalasi konflik Israel dan Iran.

"Kami memproyeksikan IHSG akan melemah dengan support 6.994 dan resistance di 7.239," kata dia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait