Market Hari Ini 03 Oct 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

IHSG Hari ini Diprediksi Terkoreksi, Bentuk Pola Bearish Harami Candle

IHSG Hari ini Diprediksi Terkoreksi, Bentuk Pola Bearish Harami Candle
IHSG Hari ini Diprediksi Terkoreksi, Bentuk Pola Bearish Harami Candle

Daftar Isi

  1. 01 Analisis MNC Sekuritas
  2. 02 Pandangan dari RHB Sekuritas
  3. 03 Terkoreksi 1,03 Persen

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami koreksi signifikan pada perdagangan Rabu, 2 Oktober 2024, dengan penurunan sebesar 1,03 persen ke level 7.563. Tekanan jual yang cukup besar mengindikasikan ketidakpastian di pasar, meskipun IHSG masih mampu tertahan oleh moving average (MA) 60.

Berikut ini riset yang disampaikan MNC Sekuritas dan RHB Sekuritas

Analisis MNC Sekuritas

MNC Sekuritas menilai bahwa posisi IHSG saat ini kemungkinan berada dalam bagian wave (c) dari wave [ii]. Hal ini menyiratkan bahwa penguatan IHSG akan terbatas dalam rentang 7.574-7.588. MNC Sekuritas mengingatkan investor untuk waspada terhadap kemungkinan koreksi yang lebih dalam, yang bisa menguji area 7.454 atau bahkan mencapai 7.347.

Level Support dan Resistance:

  • Support: 7.460, 7.366
  • Resistance: 7.654, 7.810

Dari prediksi pergerakan IHSG hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan saham-saham sebagai berikut:

  • PT Alam Sutra Realty Tbk (ASRI)
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  • PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN)
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Pandangan dari RHB Sekuritas

Di sisi lain, RHB Sekuritas melihat IHSG melakukan koreksi dengan pola bearish harami candle, yang disertai dengan volume perdagangan yang cukup signifikan. IHSG saat ini sedang menguji support garis MA 50. Jika IHSG mampu bertahan di atas MA 50, terdapat peluang untuk rebound dan menembus resistance pada garis MA 5 untuk menguji resistance garis MA 20.

Namun, jika terjadi breakdown di bawah support MA 50, IHSG dapat berpotensi membentuk Lower Low (LL) untuk menguji support di garis MA 100.

Berikut ini outlook dan rekomendasi saham dari RHB Sekuritas:

  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) (5350):

    Saham BBNI berada pada titik menarik bagi para investor. Saat ini, saham ini mendapatkan rekomendasi BUY on Breakout dengan outlook yang menunjukkan pending breakout di level 5.375. Jika breakout berhasil, target harga untuk saham ini berada di level 5.600 dan 5.800. Namun, bagi para investor, penting untuk memantau level exit di bawah 5.275, sebagai langkah manajemen risiko.

  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) (4730):

    Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga mendapatkan perhatian. Analis merekomendasikan BUY on Breakout dengan outlook pending breakout di level 4.760. Jika terjadi breakout, investor dapat mengharapkan harga untuk bergerak menuju level 4.870 dan 5.050. Sebagai langkah proteksi, level exit disarankan di bawah 4.700.

  • PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) (3900):

    Saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menunjukkan potensi bullish yang menarik. Rekomendasi untuk saham ini adalah BUY dengan outlook breakout di level 3.870. Target harga untuk SMGR berada di level 4.000 dan 4.090. Investor disarankan untuk menempatkan level exit di bawah 3.810 untuk mengelola risiko yang ada.

  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) (1210):

    PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga menjadi salah satu saham yang layak dipertimbangkan. Analis merekomendasikan BUY dengan outlook maintained above level 1.190. Target harga untuk BSDE berada di level 1.275 dan 1.340. Sebagai tindakan pencegahan, investor disarankan untuk menempatkan level exit di bawah 1.165.

Dari kedua analisis sekuritas, terlihat bahwa IHSG menghadapi tantangan untuk kembali ke jalur positif di tengah sentimen pasar yang beragam. MNC Sekuritas menunjukkan potensi koreksi yang mendalam, sementara RHB Sekuritas menawarkan harapan rebound jika level support dapat dipertahankan.

Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan dan data terbaru yang mempengaruhi pasar untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Dengan fluktuasi pasar yang terus berlanjut, waspada dan kesiapan untuk beradaptasi menjadi kunci untuk meraih keuntungan di pasar saham Indonesia.

Terkoreksi 1,03 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin, 2 Oktober 2024, juga ditutup melemah ke level, 7563,262 atau turun sebesar -1,03 persen. Dikutip dari RTI Business, pergerakan IHSG berada di zona merah sepanjang hari ini. Level tertinggi ada di 7642,002 sementara terendah pada 7501,460. Sementara itu 163 saham terpantau menguat, 453 saham melemah, serta 186 saham mengalami stagnan.

Terdapat sejumlah saham yang menjadi top gainers pada perdagangan hari ini seperti INTD (+34,01 persen), NEST (+8,99 persen), MEDC (+8,95 persen), RAJA (+8,87 persen), dan TRUK (+7,62 persen).

Sementara saham yang terkoreksi di antaranya PMPP (-13,50 persen), BBYB (-9,29 persen), BIPI (-8,57 persen), TOBA (-8,33persen), dan APLN (-8,21 persen).

Sedangkan dikutip dari Stockbit, hampir semua sektor saham terpantau memerah pada penutupan perdagangan hari ini. Hanya ada satu saham yang menghijau yaitu sektor basic-ind dengan +0,03 persen.

Serupa dengan penutupan, IHSG dibuka melemah ke level 7579,126 atau menurun 0,59 persen pada perdagangan, Rabu, 2 Oktober 2024.

Pada pembukaan pagi tadi, terdapat 79 saham yang menguat, 76 saham melemah, dan 156 saham mengalami stagnan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait