Market Hari Ini 13 Feb 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Yunila Wati

IHSG Hari ini Koreksi di Akhir Pekan, Tekanan Jual Menguat

IHSG hari ini ditutup koreksi 0,64 persen di akhir pekan dengan tekanan jual dominan dan transaksi Rp23,42 triliun.

IHSG hari ini ditutup koreksi 0,64 persen di akhir pekan dengan tekanan jual dominan dan transaksi Rp23,42 triliun.

Sepanjang sesi, IHSG sempat dibuka di 8.240,01, menyentuh level tertinggi di 8.251,99, lalu tertekan hingga menyentuh level terendah harian. (Foto: Dok. KabarBursa)
Sepanjang sesi, IHSG sempat dibuka di 8.240,01, menyentuh level tertinggi di 8.251,99, lalu tertekan hingga menyentuh level terendah harian. (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan Jumat, 13 Februari 2026 di level 8.212,27, melemah 53,08 poin atau turun 0,64 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. 

Sepanjang sesi, IHSG sempat dibuka di 8.240,01, menyentuh level tertinggi di 8.251,99, lalu tertekan hingga menyentuh level terendah harian di 8.170,59 sebelum akhirnya berakhir di zona merah. 

Aktivitas transaksi pasar tercatat cukup ramai dengan volume perdagangan seluruh pasar mencapai 490,20 juta lot dengan nilai transaksi Rp23,42 triliun dari 2,83 juta kali transaksi. Pada pasar reguler, volume tercatat 465,31 juta lot dengan nilai Rp21,51 triliun.

Tekanan jual pada penutupan pekan ini terlihat dominan di saham-saham properti, industri, energi, hingga barang konsumsi, seiring aksi ambil untung investor menjelang akhir pekan dan meningkatnya sikap wait and see terhadap arah pasar global. 

Sejumlah analis menilai pelemahan IHSG dipicu kombinasi faktor eksternal seperti sentimen pasar global yang cenderung berhati-hati, pergerakan harga komoditas yang fluktuatif, serta kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter global. 

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga masih mencermati rilis data ekonomi terbaru serta prospek kinerja emiten di tengah kondisi makro yang menantang.

Di jajaran saham dengan kinerja terburuk pada penutupan akhir pekan, tekanan jual cukup terasa pada PT Lippo Karawaci Tbk dengan kode saham LPKR yang bergerak di sektor properti. Saham LPKR ditutup melemah 4 persen ke level 96. 

Tekanan serupa juga dialami PT Sentul City Tbk berkode saham BKSL yang bergerak di sektor properti dan real estat. Saham BKSL turun 3,97 persen ke level 145. 

Dari sektor industri plastik, PT Asiaplast Industries Tbk dengan kode saham APLI turut tertekan dengan penurunan 3,89 persen ke level 346. 

Saham PT PAM Mineral Tbk dengan kode saham NICL yang bergerak di sektor pertambangan juga masuk dalam daftar peringkat terbawah setelah terkoreksi 3,80 persen ke level 1.140. 

Dari sektor manufaktur peralatan, PT Chitose Internasional Tbk berkode saham CINT melemah 3,77 persen ke level 204. 

Saham PT Pradiksi Gunatama Tbk dengan kode saham PGUN yang bergerak di sektor agribisnis dan perkebunan juga terkoreksi sekitar 3,75 persen ke level 11.550. 

Tekanan jual juga menimpa PT Catur Sentosa Adiprana Tbk berkode saham CSAP yang bergerak di sektor distribusi bahan bangunan dan ritel. Saham CSAP turun 3,73 persen ke level 310.

Dari sektor pariwisata, PT MNC Tourism Indonesia Tbk dengan kode saham KPIG melemah 3,70 persen ke level 156. 

Saham PT Segar Kumala Indonesia Tbk berkode saham BUAH yang bergerak di sektor barang konsumsi juga turun 3,67 persen ke level 525. 

Melengkapi daftar sepuluh saham peringkat terbawah pada penutupan akhir pekan, PT Perusahaan Gas Negara Tbk dengan kode saham PGAS dari sektor energi dan utilitas mengalami koreksi paling dalam di kelompok ini dengan penurunan 4,05 persen ke level 2.130. (*) 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait