KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini, Kamis, 18 Juni 2026, di zona merah. IHSG ditutup melemah 48,4 poin atau terkoreksi 0,78 persen ke level 6.172,34.
Sepanjang hari, indeks bergerak fluktuatif dengan level tertinggi sempat menyentuh 6.197,17 dan level terendah di 6.073,72.
Perbedaan antara harga pembukaan (6.191,89) dan penutupan (6.172,34) menunjukkan tekanan jual yang berkelanjutan sepanjang sesi.
IHSG mencatatkan volatilitas yang cukup lebar dengan selisih 123,45 poin antara titik terendah dan tertinggi harian. Penurunan tajam hingga menyentuh level 6.073,72 sebelum akhirnya rebound tipis ke level 6.172,34 mengindikasikan adanya aksi beli selektif (bargain hunting) di level support bawah.
Total volume perdagangan yang tercatat mencapai 23,59 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp14,10 triliun. Penurunan indeks hari ini dipengaruhi oleh aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya di sektor perbankan.
Dengan total volume 23,59 miliar saham dan nilai transaksi Rp14,10 triliun, pelemahan IHSG hari ini didukung oleh likuiditas yang cukup tinggi, menandakan adanya partisipasi pelaku pasar yang signifikan dalam merespons tekanan jual.
Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham tetap mencatatkan kinerja impresif dan masuk dalam jajaran top gainers.
Saham PT Citra Buana Tbk (CBUT) memimpin penguatan dengan melonjak 24,78 persen ke level 705. Menyusul di belakangnya adalah PT Jakarta Eka Putra Tbk (JECC) yang naik 24,59 persen ke level 760, serta PT Zona Industri Tbk (ZONE) yang menguat 24,57 persen ke level 436.
Sebaliknya, saham-saham yang mengalami tekanan jual cukup dalam atau top losers antara lain PT Koni Tbk (KONI) yang anjlok 14,86 persen ke posisi 2.980. Diikuti oleh PT Defi Tbk (DEFI) yang turun 14,48 persen ke level 124 dan PT BCIC Tbk (BCIC) yang terkoreksi 14,07 persen ke level 116.
Saham dengan Nilai Transaksi Terbesar
Aktivitas perdagangan hari ini didominasi oleh saham-saham big cap yang mencatatkan nilai transaksi paling tinggi. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, mencapai Rp1,52 triliun, dengan harga ditutup menguat 6,27 persen ke level 2.120.
Peringkat kedua diisi oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai transaksi Rp1,43 triliun, meski harga sahamnya ditutup melemah 3,19 persen ke posisi 6.075.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp1,06 triliun dan ditutup terkoreksi 3,90 persen ke level 2.960. (*)
| Simbol Saham | Harga (Perubahan) | Nilai Transaksi |
|---|---|---|
| TPIA | 2.120 (+6,27 persen) | 1,52 Triliun |
| BBCA | 6.075 (-3,19 persen) | 1,43 Triliun |
| BBRI | 2.960 (-3,90 persen) | 1,06 Triliun |
| BMRI | 4.470 (-0,45 persen) | 840,62 Miliar |
| DSSA | 780 (+0,65 persen) | 666,09 Miliar |