Market Hari Ini 02 Feb 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Yunila Wati

IHSG Hari ini Terbenam Lagi, Gagal 'Ijo Royo-royo'

IHSG kembali melemah pada awal pekan seiring tekanan jual yang dipicu dinamika kepemimpinan di BEI dan OJK serta sentimen pasar yang masih rapuh.

IHSG hari ini kembali tertekan dan gagal bergerak ijo royo-royo setelah pasar merespons isu kepemimpinan BEI dan OJK.

Harapan pasar untuk kembali melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak “ijo royo-royo” pada awal pekan kembali kandas. (Foto: KabarBursa/Desty Luthfiani)
Harapan pasar untuk kembali melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak “ijo royo-royo” pada awal pekan kembali kandas. (Foto: KabarBursa/Desty Luthfiani)

KABARBURSA.COM - Harapan pasar untuk kembali melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak “ijo royo-royo” pada awal pekan kembali kandas. Pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026, IHSG justru terbenam setelah tekanan jual muncul seiring respons pasar terhadap pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mundurnya empat pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.00 WIB, Senin, 2 Februari 2026 IHSG berada di level 8.275,62 atau turun 53,98 poin setara 0,65 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. 

Indeks dibuka di level 8.306,16, sempat menguat terbatas hingga menyentuh level tertinggi 8.313,06, sebelum berbalik melemah dan menyentuh level terendah di 8.250,52. 

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp1,29 triliun dengan volume perdagangan 14,93 juta lot dan frekuensi 144.270 kali transaksi, mencerminkan aktivitas pasar yang cukup ramai meski diwarnai tekanan jual.

Di tengah pelemahan IHSG, pergerakan saham bergerak variatif. Sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan dan masuk jajaran top gainers

Saham PT Nusantara Almazia Tbk dengan kode saham NZIA menguat 22,88 persen ke level 145. Saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk berkode ASPI naik 21,74 persen ke 560. Saham PT Ever Shine Tex Tbk dengan kode ESTI menguat 17,82 persen ke 238. Saham PT Soho Global Health Tbk berkode SOHO naik 16,99 persen ke 2.100. Saham PT Ikapharmindo Putramas Tbk dengan kode IKPM turut menguat 12,14 persen ke 314. 

Sebaliknya, tekanan jual cukup dalam terjadi pada saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers. Saham PT MD Entertainment Tbk dengan kode FILM terkoreksi 15,00 persen ke level 12.325. Saham PT Royalindo Investa Wijaya Tbk berkode INDO melemah 14,47 persen ke 272. 

Saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk dengan kode PBSA turun 13,14 persen ke 1.355. Saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk berkode NSSS melemah 12,00 persen ke 1.320. Saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk dengan kode AGAR terkoreksi 10,17 persen ke 318.

Dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor bergerak di zona merah. Sektor teknologi terkoreksi 1,04 persen, sektor energi turun 0,87 persen, sektor infrastruktur melemah 0,89 persen, dan sektor industri dasar menjadi yang tertekan paling dalam dengan penurunan 4,35 persen. Sektor siklikal turun 2,11 persen, sektor industri melemah 0,94 persen, serta sektor transportasi terkoreksi 0,51 persen. 

Di tengah tekanan tersebut, sektor kesehatan justru menguat 0,41 persen dan sektor keuangan naik 0,56 persen, sementara sektor non-siklikal bergerak relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,01 persen. Sektor properti tercatat turun tipis 0,14 persen.

Analis menilai pelemahan IHSG pada awal pekan ini lebih didorong oleh faktor psikologis pasar yang merespons isu kepemimpinan di Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. 

Secara teknikal, pergerakan indeks masih berada dalam fase konsolidasi dengan potensi volatilitas yang meningkat dalam jangka pendek. Tim riset MNC Sekuritas dalam laporan MNCS Daily Scope Wave menyebutkan bahwa IHSG berpotensi memasuki fase koreksi setelah sebelumnya berada di akhir fase penguatan. 

Area koreksi diperkirakan berada pada kisaran 7.945 hingga 8.189, sementara area penguatan berikutnya berada di rentang 8.527 hingga 8.812, dengan area resistance terdekat di 8.341 dan 8.590.

Selain sentimen domestik, pelaku pasar juga mencermati rilis data makroekonomi yang dijadwalkan pada awal Februari, khususnya data produk domestik bruto Indonesia untuk full year 2025. Data tersebut dinilai akan menjadi katalis penting bagi arah pergerakan IHSG dalam sepekan ke depan. 

Pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman menjadi awal rangkaian perubahan di pucuk pimpinan otoritas pasar keuangan. 

Mundurnya Iman kemudian disusul oleh pengunduran diri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Inarno Djajadi, Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan OJK I. B. Aditya Jayaantara, serta Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara. 

Gelombang pengunduran diri ini terjadi dalam rentang waktu yang relatif berdekatan di tengah tekanan pasar dan sorotan investor global terhadap tata kelola pasar modal Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait