Market Hari Ini 15 Jan 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Syahrianto

IHSG Lewati Angka Psikologis 9.000, Kepercayaan Investor Menguat

Rekor baru IHSG menegaskan optimisme pasar di tengah stabilitas ekonomi dan menguatnya partisipasi investor domestik.

IHSG tembus level psikologis 9.000 dan cetak rekor tertinggi baru, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

IHSG tembus level psikologis 9.000 dan cetak rekor tertinggi baru, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Foto: Dok. IDX Channel
IHSG tembus level psikologis 9.000 dan cetak rekor tertinggi baru, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Foto: Dok. IDX Channel

KABARBURSA.COM— Papan skor di lantai bursa akhirnya tembus angka yang selama ini cuma jadi bahan obrolan warung kopi. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG resmi menjejak level 9.000. Perdagangan Rabu 14 Januari 2026 ditutup di posisi 9.032,584, yang menandai babak baru perjalanan pasar modal Indonesia.

IHSG menguat 0,94 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya dan langsung mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pasar seperti sedang bilang satu hal, kepercayaan belum habis, bahkan cenderung menebal.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad menilai lonjakan ini lahir dari optimisme investor yang makin solid menatap 2026. Menurutnya, kombinasi stabilitas makro, arah kebijakan pemerintah yang konsisten, serta peran otoritas pasar modal yang relatif rapi membuat pelaku pasar berani pasang posisi lebih agresif.

Ia melihat dukungan pemerintah dalam menjaga irama ekonomi menjadi fondasi penting di balik reli saham. Kebijakan fiskal dan moneter yang terjaga, ditambah keberlanjutan agenda pembangunan, menciptakan rasa aman bagi investor lokal maupun asing untuk tetap menanamkan modalnya di pasar saham Indonesia.

Bursa juga tidak berdiri sendiri. Sinergi antara Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan seluruh Self Regulatory Organization ikut mengokohkan ekosistem. Peran PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia disebut makin terasa dalam menjaga kelancaran transaksi dan keamanan investor, sebuah faktor yang sering luput dari sorotan tapi krusial untuk kepercayaan jangka panjang.

“Sepanjang 2025, kinerja pasar modal Indonesia memang menunjukkan tren yang sangat impresif,” kata Kautsar dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis 15 Januari 2026.

Data bursa mendukung pernyataan itu. Jumlah investor pasar modal melonjak hingga 20,3 juta, menunjukkan partisipasi publik yang makin luas. Dari sisi emiten, 26 saham baru resmi melantai di bursa dengan dana segar hasil initial public offering mencapai Rp18,1 triliun. Enam di antaranya bahkan masuk kategori Lighthouse IPO, yang menandakan minat kuat terhadap perusahaan berkapitalisasi besar dan berfundamental relatif solid.

Aktivitas perdagangan sepanjang 2025 juga tidak kalah panas. IHSG ditutup menguat 22,10 persen sepanjang tahun dan mengakhiri perdagangan 29 Desember 2025 di level 8.644,26. Dalam rentang waktu tersebut, indeks mencetak 24 kali rekor tertinggi baru, sebuah catatan yang menegaskan penguatan pasar bukan kejadian sesaat.

Kautsar menegaskan, reli pasar modal ini bukan hasil kerja satu pihak. Kolaborasi menjadi kata kunci yang terus diulang oleh otoritas bursa.

“BEI bersama SRO dan seluruh pemangku kepentingan serta dengan dukungan OJK berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur pasar modal, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, guna mendukung pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan dan inklusif,” ucap dia.

Tembusnya IHSG ke atas 9.000 sekaligus mempertegas posisi pasar modal Indonesia sebagai salah satu yang paling tahan banting di kawasan. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, pasar domestik dinilai masih mampu menjaga keseimbangan, sambil tetap menawarkan peluang pertumbuhan bagi investor.

Ke depan, tantangannya bukan lagi sekadar mencetak rekor baru, melainkan menjaga fondasi agar penguatan ini tidak rapuh. Bursa bersama regulator dan pelaku pasar dituntut memperluas basis investor, memperdalam instrumen, dan memastikan pertumbuhan berjalan lebih merata.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait