IHSG Masih Punya Tenaga, Empat Saham ini Layak Dipantau

IHSG menguat ke 7.140, berpotensi uji resistance 7.177 hingga 7.476. BFIN, BMRI, INKP, dan SRTG jadi saham yang menarik dicermati secara teknikal.

MNC Sekuritas nilai IHSG masih punya ruang menguat terbatas. Empat saham menarik dipantau: BFIN, BMRI, INKP, dan SRTG.

MNC Sekuritas nilai IHSG masih punya ruang menguat terbatas. Empat saham menarik dipantau: BFIN, BMRI, INKP, dan SRTG. Foto: KabarBursa/Abbas Sandji.
MNC Sekuritas nilai IHSG masih punya ruang menguat terbatas. Empat saham menarik dipantau: BFIN, BMRI, INKP, dan SRTG. Foto: KabarBursa/Abbas Sandji.

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,61 persen ke level 7.140 pada penutupan perdagangan kemarin. Penguatan itu terjadi di tengah dominasi volume pembelian dan sukses menembus garis rata-rata pergerakan 200 hari (MA200). Namun menurut analisis teknikal MNC Sekuritas, ruang penguatan indeks ke depan diperkirakan mulai terbatas.

“Posisi IHSG diperkirakan sedang berada di akhir wave (b) dari wave [b] pada label hitam,” tulis tim riset MNC Sekuritas dalam laporan Daily Scope Wave, Selasa, 16 Juli 2025. “Sehingga meskipun menguat akan relatif terbatas menguji area 7.177.”

Dalam skenario alternatif (label merah), analis menilai masih ada peluang penguatan menuju resistance kuat di area 7.240–7.476, dengan support terdekat berada di kisaran 7.049 dan 6.994.

Meski pasar bergerak terbatas, MNC Sekuritas menyoroti empat saham yang layak dipantau karena menunjukkan pola teknikal yang menarik. Keempat saham tersebut adalah BFIN, BMRI, INKP, dan SRTG.

BFIN (PT BFI Finance Indonesia Tbk)
Saham BFIN ditutup stagnan di level 800, namun didukung oleh volume pembelian yang meningkat. Secara teknikal, posisinya dianggap sedang berada di bagian wave [iii] dari wave C. “Pergerakannya pun masih mampu berada di atas MA20,” tulis Herditya.

BMRI (PT Bank Mandiri Tbk)
BMRI menguat 0,21 persen ke 4.700 dengan dorongan volume beli. Namun Herdityamemperingatkan bahwa saham ini berada di bagian akhir dari wave (v) dari wave [c] dari wave B. “BMRI masih rawan berbalik terkoreksi,” sebut laporan itu.

INKP (PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk)
INKP tercatat bergerak datar di level 5.725 meskipun berada di bawah tekanan jual. Namun posisinya dianggap masih berada di atas MA20, dan analis memperkirakan saat ini saham sedang berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [v].

Lalu saham SRTG (PT Saratoga Investama Sedaya Tbk) mencatat penguatan paling signifikan, naik 5,63 persen ke level 1.690. “Selama SRTG masih mampu berada di atas 1.550 sebagai stoplossnya, maka posisinya sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (ii),” tulis Herditya.

Meski laporan tersebut menyebutkan harga beli dan target jangka pendek masing-masing saham, pembaca disarankan untuk tetap melakukan analisis mandiri dan mempertimbangkan aspek risiko secara komprehensif sebelum mengambil keputusan investasi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait