IHSG Masih Rawan Lanjut Koreksi, Analis Wanti-wanti Area 8.100

Tekanan teknikal belum mereda, MNC Sekuritas menilai IHSG masih berpotensi menguji area support bawah di tengah volatilitas pasar.

IHSG masih rawan koreksi. Analis MNC Sekuritas memproyeksikan indeks berpotensi turun ke area 8.100 meski peluang rebound teknikal tetap terbuka.

IHSG masih rawan koreksi. Analis MNC Sekuritas memproyeksikan indeks berpotensi turun ke area 8.100 meski peluang rebound teknikal tetap terbuka. Foto: KabarBursa/Desty Luthfiani
IHSG masih rawan koreksi. Analis MNC Sekuritas memproyeksikan indeks berpotensi turun ke area 8.100 meski peluang rebound teknikal tetap terbuka. Foto: KabarBursa/Desty Luthfiani

KABARBURSA.COM — Setelah terjungkal tajam sehari sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan masih berjalan di medan yang rapuh. Tekanan jual yang muncul serentak pada perdagangan Rabu membuat pasar belum sepenuhnya keluar dari fase koreksi teknikal.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai koreksi IHSG yang mencapai 7,35 persen ke level 8.320 bukan sekadar reaksi sesaat, melainkan bagian dari struktur gelombang yang masih membuka ruang pelemahan lanjutan. Dalam riset MNCS Daily Scope Wave Kamis, 29 Januari 2026, ia menjelaskan IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (c) dari wave [iv] dari wave 3.

Struktur tersebut membuat indeks masih rawan tergelincir lebih dalam. Herditya memproyeksikan area pelemahan lanjutan berada di kisaran 8.127 hingga 8.168. “Posisi IHSG saat ini masih rawan melanjutkan koreksinya,” tulis Herditya dalam risetnya.

Tekanan teknikal kian terasa karena koreksi kali ini disertai dengan munculnya gap pada rentang 8.595 hingga 8.873, yang menandakan pelepasan saham terjadi cukup agresif. Kondisi tersebut mencerminkan pasar belum sepenuhnya menemukan titik keseimbangan baru setelah guncangan sentimen sebelumnya.

Meski demikian, Herditya melihat peluang technical rebound masih terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas area support kunci. Area penguatan terdekat diperkirakan berada pada rentang 8.374 hingga 8.490, dengan resistance jangka pendek di level 8.354 dan 8.414. Adapun support penting berada di 8.187 dan 8.137.

Dalam jangka sangat pendek, MNC Sekuritas masih memandang pergerakan IHSG cenderung fluktuatif dengan kecenderungan teknikal bullish terbatas. Artinya, peluang penguatan ada, tetapi masih bersifat reaktif dan rentan dipatahkan jika tekanan jual kembali meningkat.

Di tengah kondisi pasar yang belum stabil, Herditya menyarankan investor lebih selektif dan fokus pada saham-saham yang secara teknikal mulai mendekati area menarik. Sejumlah saham dinilai layak dipantau dengan pendekatan buy on weakness.

Saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) dinilai sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave 4, dengan koreksi yang masih tertahan oleh rata-rata pergerakan 20 hari. Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) juga masuk radar, meski sebelumnya terkoreksi cukup dalam, karena diperkirakan berada pada fase awal wave A dari wave (4).

Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dinilai masih mampu bertahan di atas MA20 dan berada pada bagian wave 4 dari wave (C), yang secara teknikal membuka peluang pemantulan bertahap. Adapun saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) disebut berada di akhir wave [iii] dari wave C dari wave (4), sehingga berpotensi membentuk dasar koreksi.

“Fokus utama investor saat ini adalah menjaga manajemen risiko dan tidak terburu-buru mengejar harga,” tulis Herditya dalam catatannya.

Dengan struktur teknikal yang masih rapuh dan sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan tetap diwarnai tarik-menarik antara upaya pemantulan dan tekanan jual lanjutan. Investor jangka pendek disarankan disiplin pada area support dan resistance, sementara pelaku jangka menengah cenderung menunggu konfirmasi arah sebelum kembali agresif ke pasar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait