Market Hari Ini 22 Apr 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

IHSG Melemah ke Level 7.559, Saham Bank Besar Tahan Penurunan

IHSG dibuka melemah tipis di tengah tekanan jual, dengan sektor energi menekan dan saham perbankan membantu menahan penurunan.

IHSG melemah tipis di pembukaan perdagangan dengan tekanan jual dominan, sementara sektor perbankan membantu menahan koreksi pasar.

Ilustrasi papan pantau saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com.
Ilustrasi papan pantau saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com.

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Rabu, 22 April 2026, bergerak melemah tipis di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pasar.

IHSG tercatat turun sekitar 10,99 poin atau setara 0,15 persen ke level 7.548,38 pada awal sesi, setelah sebelumnya sempat berada di kisaran 7.559.

Pergerakan indeks terlihat fluktuatif sejak awal perdagangan. IHSG sempat terkoreksi cukup dalam di awal sesi sebelum berangsur pulih dan bergerak mendatar di rentang 7.520 hingga 7.560.

Nilai transaksi pasar tercatat sudah menembus sekitar Rp1,07 triliun dengan volume lebih dari 27 juta lot dan frekuensi transaksi mendekati 193 ribu kali, mencerminkan aktivitas pasar yang cukup ramai meski indeks melemah.

Dari sisi saham unggulan, PT Bank Central Asia Tbk dengan kode emiten BBCA terlihat mulai menguat setelah sempat stagnan di pembukaan.

Saham sektor perbankan ini naik ke level 6.525 atau menguat sekitar 0,38 persen, menjadi salah satu penopang pergerakan indeks agar tidak terkoreksi lebih dalam. Sektor keuangan sendiri bergerak tipis dengan kenaikan sekitar 0,03 persen.

Di jajaran top gainers, saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) memimpin penguatan dengan lonjakan sekitar 24,56 persen ke level 1.065.

Kenaikan ini diikuti oleh PT Multitrend Indo Tbk (BABY) yang naik 24,54 persen ke 406, serta PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) yang menguat 21,05 persen ke 276.

Selain itu, PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) juga naik 19,87 persen ke 187, dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menguat 15,28 persen ke 2.490.

Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada sejumlah saham yang masuk top losers. Saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) turun paling dalam sebesar 14,60 persen ke level 234. Diikuti oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melemah 8,63 persen ke 2.540.

Sementara itu, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) turun 6,59 persen ke 170, PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) melemah 6,38 persen ke 88, dan PT Era Graharealty Tbk (IPAC) turun 6,29 persen ke 164.

Secara sektoral, pergerakan indeks menunjukkan variasi yang cukup beragam. Sektor transportasi mencatatkan penguatan paling tinggi sebesar 3,08 persen, diikuti sektor teknologi yang naik 0,81 persen dan sektor industri yang menguat 0,54 persen.

Sementara itu, sektor energi justru terkoreksi 0,48 persen, diikuti sektor infrastruktur yang turun 0,17 persen, menjadi penekan utama IHSG pada pembukaan hari ini.

Secara keseluruhan, pasar terlihat masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas. Pelaku pasar tampak selektif dalam memilih saham, terutama pada emiten berkapitalisasi kecil dan menengah yang mengalami volatilitas tinggi.

Sementara itu, MNC Sekuritas dalam riset hariannya menyebut IHSG telah melanjutkan koreksi sebesar 0,46 persen ke level 7.559 dan diperkirakan berada di fase akhir wave empat atau alternatifnya wave A dari wave B. IHSG dinilai masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan area uji di kisaran 7.245 hingga 7.447, sekaligus menutup beberapa gap yang masih terbuka.

Adapun dalam jangka pendek, jika terjadi penguatan, IHSG diperkirakan akan menguji resistance di rentang 7.580 hingga 7.601, dengan level support berada di 7.488 dan 7.351 serta resistance lanjutan di 7.700 hingga 7.861.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait