Market Hari Ini 27 Sep 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

IHSG Melemah pada Perdagangan Siang ini

IHSG Melemah pada Perdagangan Siang ini
IHSG Melemah pada Perdagangan Siang ini

Daftar Isi

  1. 01 Sorotan Sektor
  2. 02 Penggerak Pasar dan Performa Tertinggi
  3. 03 Saham Paling Aktif Berdasarkan Nilai dan Volume
  4. 04 Performa Mata Uang
  5. 05 Prospek Pasar

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah selama perdagangan siang pada Jumat, 27 September 2024, di tengah kinerja beragam dari berbagai sektor, meskipun pasar regional terus mengalami reli. IHSG turun 51,746 poin (-0,67 persen) dan ditutup di level 7.692,77 poin, setelah mencapai level tertinggi 7.745,25 poin pada awal sesi dan level terendah 7.663,48. Sementara itu, indeks LQ45, yang melacak 45 saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia, turun 10,93 poin (-1,13 persen) ke 959,62.

Sepanjang hari, lebih dari 10,9 miliar saham diperdagangkan dengan total nilai sebesar Rp6,584 triliun, termasuk Rp317 miliar di pasar negosiasi. Sebanyak 222 saham naik, 317 saham turun, dan 254 saham tidak berubah, mencerminkan aksi jual yang meluas di beberapa sektor utama.

Sorotan Sektor

Dari delapan sektor utama yang menggerakkan pasar, sektor IDXEnergi menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan penguatan, naik +0,75 persen dengan nilai transaksi sebesar Rp1,08 triliun. Ketangguhan sektor energi ini didukung oleh sentimen positif pada harga minyak global dan kinerja kuat dari saham-saham yang terkait dengan pertambangan. Saham Adaro Energy (ADRO) naik +2,38 persen dan ditutup di harga Rp3.870 per saham, membantu penguatan sektor ini.

Sebaliknya, sektor IDXKeuangan, yang menyumbang bagian terbesar dari nilai transaksi dengan Rp2,53 triliun, turun -0,51 persen. Saham-saham utama di sektor ini seperti Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Central Asia (BBCA) masing-masing mengalami penurunan sebesar -2,09 persen dan -0,47 persen di tengah aksi ambil untung.

Sektor IDXBahan Dasar juga melemah sebesar -0,22 persen, dengan penurunan signifikan pada saham Aneka Tambang (ANTM) dan Vale Indonesia (INCO). Sementara itu, sektor IDXTeknologi turun -0,65 persen, dengan saham Gojek-Tokopedia (GOTO) turun -2,86 persen dan ditutup pada harga Rp68 per saham, mencerminkan kekhawatiran atas valuasi saham teknologi.

Meskipun terdapat penurunan di beberapa sektor, beberapa sektor lainnya mencatatkan penguatan. Sektor Kesehatan IDX naik +0,30 persen, dan sektor Properti IDX menguat +0,42 persen, didorong oleh kinerja positif dari pengembang real estat.

Penggerak Pasar dan Performa Tertinggi

Di antara saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi adalah PT Indospring Tbk (INPS), yang melonjak +34,55 persen dan ditutup pada harga Rp148, serta PT Heli Corporation Tbk (HELI) yang naik +24,44 persen menjadi Rp336 per saham. Peningkatan signifikan lainnya dicatatkan oleh PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) yang naik +18,51 persen dan PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) yang naik +16,67 persen.

Di sisi lain, PT Happy Dreamland Tbk (HADE) memimpin daftar saham yang mengalami penurunan terbesar, merosot -16,67 persen menjadi Rp5 per saham. PT Gula Prima Tbk (GULA) turun -13,00 persen, dan PT Modern International Tbk (MDRN) turun -12,50 persen. Penurunan signifikan lainnya terjadi pada PT Karwell Indonesia Tbk (KARW) yang turun -9,97 persen, dan PT Anugerah Kagum Karya Sejahtera Tbk (AKSI) yang turun -9,76 persen.

Saham Paling Aktif Berdasarkan Nilai dan Volume

Berdasarkan nilai transaksi, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi saham paling aktif diperdagangkan, dengan harga sahamnya naik +0,99 persen menjadi Rp5.100, diikuti oleh Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Mandiri (BMRI). Telkom Indonesia (TLKM) mengalami penurunan signifikan sebesar -3,15 persen dan ditutup pada harga Rp3.070 per saham. Amman Mineral (AMMN) juga menjadi salah satu saham yang mengalami penurunan tajam, turun -5,45 persen.

Sementara itu, GOTO menjadi saham paling aktif diperdagangkan berdasarkan volume, dengan 31,4 juta lot berpindah tangan. Saham-saham lainnya yang diperdagangkan dengan volume tinggi termasuk PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Performa Mata Uang

Di pasar mata uang, Rupiah Indonesia (IDR) melemah tipis terhadap dolar AS. Kurs Jisdor turun 79 poin (-0,52 persen) menjadi Rp15.171, sementara kurs spot naik 5 poin (+0,03 persen) menjadi Rp15.155.

Prospek Pasar

Ke depan, para analis menunjukkan optimisme hati-hati saat IHSG mendekati level support teknis kunci. Level support IHSG diperkirakan berada di 7.685 dan 7.645, dengan level resistensi di 7.710 dan 7.735. Dengan kinerja sektor yang beragam dan ketidakpastian ekonomi global, para pelaku pasar disarankan untuk terus memantau faktor eksternal seperti harga komoditas dan pertemuan Federal Reserve mendatang, yang dapat memengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek.

Penurunan IHSG pada Jumat ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas tentang keberlanjutan reli baru-baru ini, dengan para investor cenderung mengambil keuntungan setelah kenaikan yang kuat. Meskipun sektor energi dan beberapa saham terpilih menunjukkan ketahanan, sentimen pasar secara keseluruhan tetap rapuh.

Ke depan, para pedagang dan investor akan memantau dengan cermat sinyal dari pasar global, terutama dari pasar regional dan harga komoditas, yang dapat mempengaruhi arah IHSG dalam beberapa sesi mendatang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait