Market Hari Ini 10 Nov 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

IHSG Melemah Tipis, ini Daftar 10 Saham Paling Anjlok

IHSG ditutup melemah tipis 0,04 persen ke 8.391,24. Saham SAFE, PART, dan GGRM memimpin daftar penurun di tengah tekanan global dan rotasi sektor.

IHSG turun tipis ke 8.391,24 pada 10 November 2025. SAFE, PART, dan GGRM masuk daftar 10 saham dengan pelemahan terdalam hari ini.

Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Sepuluh saham tercatat berada di peringkat terendah pada penutupan perdagangan Senin, 10 November 2025. Hal ini terjadi di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fluktuatif.

Sekadar informasi, IHSG sore ini ditutup turun tipis sebesar 3,35 poin atau 0,04 persen ke level 8.391,24 setelah sempat menyentuh level tertinggi di 8.478,15 dan terendah di 8.391,24.

Aktivitas perdagangan terpantau cukup tinggi dengan total volume mencapai 441,25 juta lot dan nilai transaksi Rp20,59 triliun dari 2,68 juta transaksi di seluruh pasar.

Di antara saham yang mencatatkan pelemahan terdalam, PT Steady Safe Tbk (SAFE) memimpin daftar penurun dengan koreksi 3,05 persen ke level 254. Emiten sektor transportasi ini mencatat nilai transaksi Rp594,90 juta, dengan tekanan jual signifikan sejak awal sesi kedua perdagangan.

Saham PT Cipta Perdana Land Tbk (PART) dari sektor properti turut melemah 2,99 persen ke posisi 130 dengan nilai transaksi Rp4,55 miliar. Lesunya sektor properti dipicu ekspektasi pasar terhadap potensi perlambatan proyek akibat kenaikan biaya bahan bangunan.

Di sektor konsumsi, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat penurunan 2,97 persen ke level 16.350 dengan nilai transaksi mencapai Rp42,94 miliar.

Pelemahan saham produsen rokok terbesar di Indonesia ini terjadi setelah reli singkat pada pekan sebelumnya dan tekanan dari kenaikan cukai tembakau yang menekan margin keuntungan.

Saham PT Atlas Resources Tbk (ARII) dari sektor pertambangan batu bara ikut turun 2,92 persen ke level 266 dengan nilai transaksi Rp102,31 juta. Pelemahan harga batu bara acuan global menjadi faktor utama yang menekan sentimen terhadap emiten energi.

Dari sektor makanan dan minuman, PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) juga tidak luput dari koreksi dengan penurunan 2,91 persen ke level 200.

Nilai transaksi saham ini mencapai Rp260,61 juta. Sementara PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), pemilik jaringan ritel Ranch Market dan Farmers Market, turut melemah 2,87 persen ke harga 845 dengan nilai transaksi Rp697,16 juta.

Tekanan juga dirasakan sektor perdagangan melalui PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) yang turun 2,82 persen ke level 690 dengan nilai transaksi Rp34,99 juta. Sementara PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) dari sektor logistik dan pelayaran melemah 2,81 persen ke posisi 1.555 dengan nilai transaksi Rp99,30 juta.

Saham PT MR.DIY Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), emiten ritel perlengkapan rumah tangga, terkoreksi 2,80 persen ke level 1.040 dengan nilai transaksi Rp1,21 miliar. Meski tergolong sektor defensif, saham ini ikut tertekan karena rotasi portofolio investor ke sektor perbankan dan energi.

Menutup daftar sepuluh saham dengan kinerja terendah, PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) di sektor pembiayaan juga melemah 2,80 persen ke posisi 695 dengan nilai transaksi Rp1,42 miliar.

Equity analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT, Hari Rachmansyag mengatakan memasuki pekan ini 10 hingga 15 November 2025 IHSG diperkirakan bergerak sideways di kisaran support 8.260 dan resistance 8.620.

"Pasar global cenderung berhati-hati menghadapi ketidakpastian arah kebijakan The Fed dan rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memicu volatilitas. Dari dalam negeri, pelaku pasar juga akan mencermati kebijakan pemerintah terkait pengawasan rokok ilegal serta cukai hasil tembakau yang dapat memengaruhi sektor konsumer," kata dia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait