Market Hari Ini 19 Nov 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Tim Editorial

IHSG Menguat di 8.381, Sektor Teknologi dan Energi Pimpin Kenaikan

Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai, dengan total transaksi mencapai 5,69 juta lot dan nilai perdagangan sebesar Rp376,85 miliar

Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai, dengan total transaksi mencapai 5,69 juta lot dan nilai perdagangan sebesar Rp376,85 miliar

Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 19 November 2025. IHSG naik 19,28 poin atau 0,23 persen ke level 8.381,21 pada pembukaan sesi pagi. 

Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai, dengan total transaksi mencapai 5,69 juta lot dan nilai perdagangan sebesar Rp376,85 miliar dari 46.65 ribu transaksi.

Investor asing kembali mencatatkan pergerakan campuran. Net foreign buy di seluruh pasar mencapai Rp281,30 miliar, sementara pada pasar reguler asing justru membukukan net sell sebesar Rp320,10 miliar. 

Arus dana asing di pasar tunai dan negosiasi masih positif dengan nilai Rp601,40 miliar. Secara keseluruhan, porsi transaksi investor asing mencapai 30,95 persen, sedangkan investor domestik mendominasi 69,05 persen nilai perdagangan hari ini.

Sejumlah saham mencatatkan lonjakan signifikan dan menempati daftar top gainers. Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) memimpin dengan kenaikan 18,03 persen ke harga 3.600.

Diikuti Panca Global Kapital Tbk (PEGE) yang naik 17,37 persen ke 196, serta Indo American Seafoods Tbk (ISEA) yang menguat 17,20 persen ke 109. Tempo Inti Media Tbk (TMPO) juga mencatat kenaikan 16,58 persen ke level 232, sementara Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) menguat 11,68 persen ke 306.

Di sisi lain, beberapa saham harus terkoreksi dan masuk dalam jajaran top losers. Puri Global Sukses Tbk (PURI) memimpin pelemahan dengan turun 14,91 persen ke 685. Saham Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) turun 12,99 persen ke 134, disusul Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) yang turun 12 persen ke 550. 

Penurunan juga menimpa Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) yang melemah 8,78 persen ke posisi 3.220, serta Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) yang terkoreksi 7,89 persen ke 105.

Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral bergerak di zona hijau. Sektor teknologi mencatat kenaikan tipis sebesar 0,04 persen, energi naik 0,30 persen, infrastruktur menguat 0,30 persen, kesehatan naik 0,32 persen, dan sektor bahan baku atau basic industry meningkat 0,34 persen. 

Sektor industri siklikal menguat 0,13 persen, sedangkan non-siklikal tumbuh 0,39 persen. Di sisi lain, sektor transportasi mengalami tekanan dan turun 0,20 persen. Beberapa sektor seperti industri dan properti bergerak terbatas menunggu arah pasar.

Retail Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Indri Liftiany Travelin Yunus, mengatakan bahwa keyakinan pasar semakin kuat setelah sektor infrastruktur dan properti mencatatkan penguatan signifikan pada pekan lalu. 

“Kenaikan ini menunjukkan optimisme investor terhadap potensi BI memangkas suku bunga acuan,” ujar Indri dalam keterangan resmi yang diterima KabarBursa.com Senin, 17 November 2025.

Indri menjelaskan pada perdagangan pekan lalu, IHSG sempat menyentuh level All Time High di 8.478, sebelum melemah di akhir pekan dan ditutup pada level 8.370. Investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp332 miliar. Dari 11 sektor, terdapat enam sektor yang menguat, dipimpin oleh infrastruktur yang naik 6,92 persen dan properti yang meningkat 5,35 persen.

Memasuki pekan ini, Indri menilai pelaku pasar akan kembali fokus pada sektor-sektor yang sensitif terhadap arah suku bunga. “Kami melihat spekulasi terhadap sektor perbankan, infrastruktur, dan properti masih akan kuat,” ujarnya.

 Menurutnya, para investor juga akan mencermati aksi korporasi sejumlah emiten yang berpotensi memanfaatkan momentum kenaikan harga saham pada November ini.

Indri memperkirakan IHSG bergerak variatif cenderung menguat dengan rentang support di level 8.325 dan resistance di 8.500. Potensi penguatan ini didukung oleh sejumlah rilis data penting pada pekan ini, seperti FOMC Minutes pada 19 November, S&P Global Composite PMI Flash AS pada 21 November yang diproyeksikan turun tipis ke 53,8 dari 54,6, serta rangkaian data pengangguran AS yang dirilis pada 20 November. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait