Market Hari Ini 11 Aug 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

IHSG Menguat di Sesi I Perdagangan, Bank Digital dan Saham Energi jadi Penggerak

IHSG naik 0,75 persen ke 7.590,18 di sesi pagi, didorong masuknya DSSA ke MSCI Global Index dan lonjakan saham bank digital, di tengah waspada jelang negosiasi AS–Tiongkok.

IHSG menguat 0,75 persen berkat MSCI dan saham bank digital. Investor pantau data ekonomi dan negosiasi tarif AS–Tiongkok.

Tampilan hijau IHSG di papan pantau BEI. Foto: Dok KabarBursa.
Tampilan hijau IHSG di papan pantau BEI. Foto: Dok KabarBursa.

Daftar Isi

  1. 01 Pasar Asia-Pasifik Menunggu Kepastian Washington

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan menutup sesi pertama perdagangan bursa Senin, 11 Agustus 2025, dengan penguatan signifikan sebesar 0,75 persen dan menempatkannya di level 7.590,18. 

Sentimen positif penguatan sudah terasa sejak awal pembukaan, di mana indeks melesat 56 poin berkat dorongan saham-saham berkapitalisasi besar. Salah satu yang memberikan penguatan adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA, yang melonjak setelah resmi masuk ke jajaran MSCI Global Index. 

Optimisme investor juga terbentuk dari ekspektasi terhadap sejumlah rilis data penting, mulai dari catatan keuangan 2026, laporan penjualan mobil, hingga inflasi Amerika Serikat. 

Namun, di sisi domestik, ada catatan bahwa penjualan ritel pada Juni 2025 tumbuh 1,3 persen secara tahunan. Catatan itu melambat dibanding kenaikan 1,9 persen di bulan sebelumnya.

Dari sisi sektor, keuangan, infrastruktur, dan transportasi menjadi bintang dengan penguatan konsisten, sementara teknologi dan material dasar tertinggal di zona merah. Di papan top gainers, BREN memimpin kenaikan 7,54 persen, disusul DSSA yang melonjak 6,96 persen, serta dua raksasa perbankan BBRI dan BBCA yang sama-sama menguat lebih dari 2 persen. 

Fenomena serupa juga terlihat di jajaran bank kecil hingga bank digital seperti BBHI, BBYB, dan ARTO, yang terapresiasi antara 6-8 persen seiring rilis kinerja semester pertama 2025 yang membaik.

Ada pula kejutan dari PTPP yang naik 5,67 persen meski tersiar kabar tak sedap terkait dugaan korupsi internal. Di sisi lain, saham-saham seperti DCII, AMMN, dan ANTM harus menelan koreksi tajam, masing-masing tertekan antara 3–10 persen. 

Dari transaksi bernilai besar, BBCA, DSSA, dan COIN mendominasi, meski COIN justru melemah 2,50 persen.

Di luar pergerakan indeks, dua kabar korporasi turut menyedot perhatian pasar. CLEO melaporkan laba bersih semester I 2025 sebesar Rp207,5 miliar, turun 9,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Sementara itu, KRYA mengumumkan akuisisi 51 persen saham ECGO dan memasang target ambisius menjual satu juta unit motor listrik dalam lima tahun ke depan. Target tersebut menjadi sebuah langkah strategis di tengah tren kendaraan ramah lingkungan.

Jika tren positif saham-saham unggulan berlanjut di sesi kedua, bukan tak mungkin IHSG menutup hari ini di level tertinggi baru dalam beberapa pekan terakhir, meski pasar tetap perlu mencermati potensi aksi ambil untung menjelang kepastian dari negosiasi AS–Tiongkok besok.

Pasar Asia-Pasifik Menunggu Kepastian Washington

Meski bursa Tanah Air bergairah, pasar Asia-Pasifik justru bergerak hati-hati. Pelaku pasar regional menunggu kepastian dari Washington dan Beijing terkait perpanjangan batas waktu gencatan tarif yang akan jatuh tempo besok, 12 Agustus. 

Di pasar valuta, rupiah justru tertekan 0,28 persen ke level Rp16.245 per dolar AS, memberi sedikit nada waspada di tengah reli saham.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait