Market Hari Ini 22 Jan 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Syahrianto

IHSG Menguat ke 9.045 di Tengah Tekanan Asing, Saham Asuransi hingga Energi Jadi Motor

IHSG rebound ke level 9.045 pada perdagangan Kamis meski investor asing masih mencatatkan aksi jual. Penguatan ditopang saham asuransi, energi, dan dominasi beli investor domestik.

IHSG menguat ke 9.045 di tengah net foreign sell. Saham asuransi dan energi memimpin penguatan, sementara investor domestik jadi penopang pasar.

IHSG menguat ke 9.045 di tengah net foreign sell. Saham asuransi dan energi memimpin penguatan, sementara investor domestik jadi penopang pasar. Foto: IDX Channel
IHSG menguat ke 9.045 di tengah net foreign sell. Saham asuransi dan energi memimpin penguatan, sementara investor domestik jadi penopang pasar. Foto: IDX Channel

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan Kamis, 22 Januari 2026, setelah sempat berada dalam tekanan cukup dalam pada sesi sebelumnya. IHSG ditutup naik 35,46 poin atau 0,39 persen ke level 9.045,79, meski tekanan jual investor asing masih membayangi pergerakan pasar secara keseluruhan.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 9.039,60 hingga 9.058,35, dengan pembukaan di area 9.010. Total volume transaksi tercatat mencapai 18,85 miliar saham dengan nilai perdagangan sekitar Rp1,00 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 102,68 ribu kali. Aktivitas transaksi didominasi oleh investor domestik yang menguasai 72,99 persen perdagangan, sementara porsi investor asing berada di kisaran 27,01 persen.

Meski IHSG berhasil rebound secara teknikal, arus dana asing masih mencatatkan tekanan jual. Investor asing membukukan foreign sell sebesar Rp10,20 triliun, sementara foreign buy tercatat Rp8,30 triliun. Dengan demikian, pasar mencatatkan net foreign sell sebesar Rp1,90 triliun di seluruh pasar dan Rp1,88 triliun di pasar reguler. Data ini menunjukkan penguatan IHSG lebih banyak ditopang oleh aksi beli investor domestik.

Dari jajaran saham penguat, PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) sektor keuangan mencatat lonjakan signifikan dengan kenaikan 29,63 persen ke level 140. Saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) sektor energi dan kontraktor pertambangan turut menguat 24,77 persen ke harga 1.385. Penguatan juga terjadi pada PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) sektor industri dasar yang naik 24,00 persen ke level 310, serta PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) sektor energi yang melonjak 19,87 persen ke harga 13.725. Sementara itu, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) sektor barang konsumsi non-siklikal menguat 19,13 persen ke level 137.

Di sisi sebaliknya, tekanan jual terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi kecil. PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) sektor properti melemah 8,85 persen ke level 350. Penurunan serupa dialami PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) sektor energi yang turun 8,85 persen ke 474. Saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) sektor teknologi terkoreksi 8,77 persen ke level 208, disusul PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) sektor infrastruktur yang turun 8,70 persen ke 210, serta PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) sektor keuangan yang melemah 8,57 persen ke harga 96.

Secara sektoral, hampir seluruh indeks sektoral bergerak di zona hijau. Sektor infrastruktur mencatat kenaikan tertinggi sebesar 0,85 persen, diikuti sektor transportasi yang naik 0,86 persen dan sektor kesehatan yang menguat 0,80 persen. Sektor energi naik 0,51 persen, sektor properti menguat 0,49 persen, sementara sektor teknologi mencatat kenaikan tipis 0,25 persen. Satu-satunya sektor yang berada di zona merah adalah sektor industri dasar yang turun 0,10 persen.

Dari sisi teknikal, analis MNC Sekuritas menyampaikan bahwa IHSG sebelumnya telah terkoreksi 1,36 persen dan kini diperkirakan berada di awal wave iv dari wave 5. Kondisi ini membuat IHSG masih rentan melanjutkan koreksi lanjutan ke area 8.710 hingga 8.887 jika tekanan jual kembali meningkat. Namun demikian, selama IHSG mampu bertahan di atas area support 8.956 hingga 8.905, peluang penguatan jangka pendek masih terbuka dengan target pengujian di rentang 9.026 hingga 9.054. Kombinasi tekanan asing dan dominasi beli investor domestik akan menjadi faktor penentu arah IHSG dalam beberapa hari perdagangan ke depan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait