Market Hari Ini 29 Jul 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Yunila Wati

IHSG Menguat Tipis ke 7.617, Dua Saham Naik di Atas 30 Persen

IHSG ditutup naik tipis 0,04 persen ke 7.617,91. Saham SWID, RUIS, dan PGLI jadi top gainer dengan lonjakan lebih dari 30 persen.

IHSG menguat ke 7.617,91 pada 29 Juli 2025. Saham SWID dan RUIS melonjak di atas 30 persen, sementara sektor bahan baku dan teknologi memimpin penguatan.

Layar utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 21 Mei 2025. (Foto: Dok. KabarBursa)
Layar utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 21 Mei 2025. (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa, 29 Juli 2025, naik 3,14 poin atau setara 0,04 persen ke level 7.617,91. 

Sepanjang sesi, IHSG bergerak fluktuatif dengan mencatat level tertinggi harian di 7.680,20 dan terendah di 7.565,79.

Total volume transaksi di seluruh pasar tercatat sebanyak 269,78 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp14,22 triliun dari 1,74 juta kali frekuensi. Di pasar reguler, volume mencapai 236,32 juta lot dengan nilai Rp12,87 triliun. Investor asing membukukan net buy senilai Rp179 miliar, dengan nilai beli Rp3,64 triliun dan jual Rp3,46 triliun di pasar reguler.

Saham PT Saraswanti Indoland Development Tbk dari sektor properti dan real estat dengan kode emiten SWID melonjak 35,00 persen ke harga Rp81. Disusul PT Radiant Utama Interinsco Tbk dari sektor energi dengan kode emiten RUIS yang menguat 34,76 persen ke posisi Rp252. PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk dari sektor properti dan real estat dengan kode emiten PGLI naik 34,75 persen ke Rp190. 

Kemudian PT Pulau Subur Tbk dari sektor barang konsumsi non-primer dengan kode emiten PTPS melonjak 25,58 persen ke Rp162, dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk dari sektor barang konsumsi non-primer dengan kode emiten JARR naik 25,00 persen ke Rp545.

Sebaliknya, pelemahan terbesar dialami oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk dari sektor keuangan dengan kode emiten SMMA yang anjlok 12,56 persen ke Rp18.800. PT Xolare RCR Energy Tbk dari sektor energi dengan kode emiten SOLA turun 9,87 persen ke Rp137. PT Panca Anugrah Wisesa Tbk dari sektor industri dengan kode emiten MGLV terkoreksi 9,59 persen ke Rp660. PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk dari sektor bahan baku dengan kode emiten IFII melemah 9,38 persen ke Rp232. PT Agro Bahari Nusantara Tbk dari sektor barang konsumsi primer dengan kode emiten UDNG merosot 7,92 persen ke Rp1.220.

Dari sisi sektoral, penguatan tertinggi dipimpin sektor bahan baku yang naik 1,75 persen, disusul sektor teknologi yang menguat 1,30 persen dan sektor energi sebesar 1,02 persen. Sektor infrastruktur turut menguat 0,67 persen, sektor barang konsumsi primer 0,83 persen, dan sektor kesehatan 0,85 persen. Di sisi lain, sektor transportasi terkoreksi 1,00 persen, sedangkan sektor keuangan menjadi penekan terbesar dengan penurunan 1,49 persen.

Equity Anarlyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi mengatakan pekan ini ada potensi kenaikan IHSG.

"Pergerakan IHSG dari 10 Juli 2025, ketika terjadi breakout minor CnH, hingga kini IHSG masih terus konsisten bergerak di atas MA5 yang menunjukkan kuatnya akselerasi," kata Imam Senin, 28 Juli 2025.

Jika melihat secara teknikal analisis, ada potensi IHSG akan bergerak bullish karena konsisten bergerak di atas MA5, namun terbatas dengan rentang support di 7400 dan resistance 7700. Hal ini ditengarai oleh adanya kemungkinan pembelian yang telah jenuh. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait