Market Hari Ini 25 Mar 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

IHSG Merah Usai Lebaran, Investor Mulai Ambil Untung

IHSG dibuka melemah ke 7.080 usai libur Lebaran, dipicu aksi ambil untung dan sentimen global, meski sejumlah saham masih menguat.

IHSG dibuka melemah ke 7.080 usai libur Lebaran akibat aksi ambil untung dan sentimen global, sementara beberapa saham masih menguat.

Ilustrasi aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari pertama setelah libur panjang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, turun 26,67 poin atau 0,38 persen ke level 7.080,17 pada Rabu pagi, 25 Maret 2026.

Sepanjang sesi awal, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.097,40 sebelum terkoreksi hingga level terendah 7.073,51. Total volume transaksi mencapai 24,55 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp1,45 triliun dari 76,73 ribu transaksi.

Pergerakan IHSG yang cenderung melemah mencerminkan aksi ambil untung investor setelah libur panjang, di tengah ketidakpastian arah pasar global.

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan signifikan. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) yang bergerak di sektor industri dasar dan kimia memimpin top gainers dengan kenaikan 17,52 persen ke level 322.

Disusul PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) dari sektor properti yang naik 13,07 persen ke 3.980, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), emiten ritel kebutuhan sehari-hari, yang menguat 9,69 persen ke 1.585.

Selain itu, PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) yang bergerak di sektor properti juga naik 9,65 persen ke 250, dan PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) dari sektor industri dasar menguat 9,38 persen ke level 1.400.

Sementara itu, tekanan jual terlihat pada sejumlah saham yang masuk dalam daftar top losers. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) dari sektor industri dasar turun 14,47 persen ke 680.

PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) yang bergerak di sektor konsumer siklikal melemah 14,08 persen ke 61. Kemudian PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) turun 12,88 persen ke 142.

Penurunan juga terjadi pada PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), emiten sektor keuangan, yang terkoreksi 12,84 persen ke 14.250, serta PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) dari sektor perdagangan dan distribusi yang melemah 11,32 persen ke 141.

Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral berada di zona merah. Sektor keuangan mencatat pelemahan terdalam sebesar 2,67 persen, diikuti sektor industri dasar yang turun 2,41 persen dan sektor teknologi yang terkoreksi 1,27 persen. Sektor transportasi juga melemah 1,01 persen, sementara sektor energi turun 0,41 persen.

Di sisi lain, hanya beberapa sektor yang mampu bertahan di zona hijau, di antaranya sektor industri yang naik 1,39 persen dan sektor barang konsumen non-primer yang menguat tipis 0,38 persen. Sektor infrastruktur relatif stabil dengan penurunan sangat tipis sebesar 0,01 persen.

Pergerakan IHSG pada hari pertama pasca libur panjang ini juga sejalan dengan analisis teknikal dari MNC Sekurotas yang memperkirakan indeks masih berada dalam fase koreksi jangka pendek. Rentang support berada di kisaran 6.991 hingga 6.843, sementara resistance terdekat berada di area 7.156 hingga 7.239.

Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen global, termasuk fluktuasi harga komoditas, arah kebijakan suku bunga, serta gejolak geopolitik yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Kondisi ini membuat investor cenderung bersikap hati-hati dan selektif dalam mengambil keputusan investasi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait