Market Hari Ini 26 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

IHSG Merosot ke 6.130, BRPT dan TPIA Hijau

IHSG ambruk 1,23 persen ke level 6.130 pada sesi akhir perdagangan. Saham perbankan, properti, dan energi tertentu ditekan aksi jual, sementara BRPT dan TPIA masih bertahan di zona hijau.

IHSG ditutup turun 1,23 persen ke level 6.130. BBRI dan DSSA tertekan, sementara BRPT, TPIA, PTRO, dan CUAN masih bertahan di zona hijau.

Tekanan jual terus mendominasi hingga sesi akhir. IHSG ditutup turun 76,16 poin atau melemah 1,23 persen ke level 6.130,19.
Tekanan jual terus mendominasi hingga sesi akhir. IHSG ditutup turun 76,16 poin atau melemah 1,23 persen ke level 6.130,19.

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, di zona merah setelah tekanan jual terus mendominasi hingga sesi akhir. IHSG ditutup turun 76,16 poin atau melemah 1,23 persen ke level 6.130,19.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat bergerak cukup volatil. Indeks dibuka di level 6.201,80 lalu sempat menyentuh titik tertinggi harian di 6.286,87 sebelum akhirnya turun hingga level terendah 6.124,79.

Nilai transaksi seluruh pasar tercatat mencapai Rp18,10 triliun dengan volume perdagangan sekitar 248,82 juta lot dan frekuensi transaksi mencapai 1,96 juta kali. Sementara di pasar reguler, nilai transaksi tercatat Rp15,49 triliun dengan volume sekitar 227,79 juta lot.

Tekanan terbesar datang dari saham-saham berkapitalisasi besar yang masih berada dalam fase distribusi. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ditutup turun 100 poin atau melemah 3,15 persen ke level 3.070.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) bahkan anjlok 10 persen ke level 432. Tekanan juga terlihat pada saham-saham properti dan batu bara yang gagal mempertahankan penguatan awal sesi.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 2,92 persen ke level 166. Sementara saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dan saham-saham lapis dua lain juga bergerak melemah mengikuti sentimen pasar yang memburuk.

Di sektor properti, tekanan cukup besar terlihat pada saham PT BSA Logistic Indonesia Tbk (WBSA) yang ambles 13,16 persen ke level 660. Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) juga jatuh 12,23 persen ke level 610.

Meski IHSG tertekan, sejumlah saham grup energi dan petrokimia masih mampu bertahan di zona hijau. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melesat 7,65 persen ke level 1.900.

Penguatan juga terjadi pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 5,07 persen ke level 1.555. Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) ikut menguat 4,47 persen ke level 3.740.

Sementara saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masih ditutup naik 3,91 persen ke level 505. Pergerakan saham-saham grup Prajogo Pangestu terlihat masih menjadi penahan tekanan IHSG di tengah derasnya aksi jual pasar.

Secara umum, perdagangan hari ini menunjukkan investor mulai lebih defensif terhadap aset berisiko. Pelemahan rupiah, tekanan geopolitik global, dan lonjakan harga minyak mulai memicu kekhawatiran baru terhadap aliran dana asing dan stabilitas pasar domestik.

Tekanan terhadap saham perbankan besar juga membuat IHSG sulit keluar dari zona merah. Pasar kini mulai menunggu apakah indeks mampu bertahan di atas area psikologis 6.100 atau justru melanjutkan pelemahan menuju area support berikutnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait