Market Hari Ini 18 Feb 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

IHSG Naik ke 8.239, Tekanan Jual Asing Berlanjut

IHSG dibuka naik ke 8.239 ditopang sektor energi, meski investor asing masih mencatat net sell.

IHSG dibuka menguat ke 8.239, ditopang sektor energi. Asing masih net sell Rp2 triliun.

Ilustrasi papan pantau saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: KabarBursa.com/Desty.
Ilustrasi papan pantau saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: KabarBursa.com/Desty.

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, naik 26,87 poin atau 0,33 persen ke level 8.239,14. Sepanjang sesi awal perdagangan, indeks bergerak di rentang 8.227,45 hingga 8.250,40 dengan level pembukaan di 8.235,81.

Berdasarkan data perdagangan, total volume transaksi tercatat 11,48 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp541,30 miliar dari 95.870 kali transaksi.

Meski indeks menguat, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp2,03 triliun di seluruh pasar. Nilai beli asing tercatat Rp7,30 triliun, sedangkan nilai jual mencapai Rp9,33 triliun. Secara reguler market, net sell asing bahkan mencapai Rp2,20 triliun.

Dari sisi sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor yang bergerak di zona hijau. Sektor energi memimpin kenaikan dengan penguatan 1,18 persen, disusul sektor barang konsumsi non-siklikal yang naik 1,07 persen dan sektor siklikal yang menguat 0,86 persen.

Sektor transportasi dan logistik juga naik 0,77 persen, sektor perindustrian menguat 0,66 persen, serta sektor properti bertambah 0,32 persen. Sementara itu, sektor bahan baku menjadi satu-satunya yang terkoreksi cukup dalam yakni turun 0,60 persen.

Pada jajaran top gainers, saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) dari sektor perkebunan melonjak 20,75 persen ke level 256. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) yang juga bergerak di sektor perkebunan naik 18,18 persen ke harga 156.

PT Indospring Tbk (INDS) dari sektor komponen otomotif menguat 17,19 persen ke 2.590. Selain itu, PT Gunawan Eramandiri Tbk (GUNA) naik 12,82 persen ke 264 dan PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) dari sektor pelayaran menguat 11,00 persen ke level 1.615.

Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi sejumlah saham. PT Hillcon Tbk (HILL) dari sektor jasa pertambangan turun 15,00 persen ke 68. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang bergerak di sektor perdagangan besar terkoreksi 14,95 persen ke 1.650.

PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) melemah 6,85 persen ke 408, PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) dari sektor properti turun 6,48 persen ke 202, serta PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) terkoreksi 6,31 persen ke 520.

Secara keseluruhan, partisipasi investor domestik masih mendominasi transaksi dengan porsi 65,95 persen, sementara investor asing berkontribusi 34,05 persen. Kondisi ini mencerminkan bahwa penguatan indeks lebih banyak ditopang oleh akumulasi pelaku pasar dalam negeri di tengah tekanan jual asing yang masih berlanjut.

Mengacu pada riset harian MNC Sekuritas dalam MNCS Daily Scope Wave 18 Februari 2026, IHSG sebelumnya terkoreksi 0,64 persen ke level 8.212 dan telah mencapai area koreksi minimal yang diproyeksikan.

Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk membentuk bagian dari wave c dari wave x dengan target rentang 8.377 hingga 8.440. Namun, pelaku pasar tetap diminta waspada terhadap potensi lanjutan koreksi ke area 8.098 hingga 8.155, dengan level support berada di 7.863 dan 7.712 serta resistance di 8.354 dan 8.517. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait