IHSG Rawan Koreksi Lagi, Sinyal Tekanan Muncul di Tengah Volume Beli

IHSG berpotensi lanjut koreksi meski volume beli meningkat, analis MNC Sekuritas soroti fase akhir gelombang pasar.

IHSG diprediksi rawan koreksi ke 7.245-7.447 meski ada volume beli, analis nilai pasar masih dalam fase akhir gelombang.

IHSG diprediksi rawan koreksi ke 7.245-7.447 meski ada volume beli, analis nilai pasar masih dalam fase akhir gelombang. Foto: Dok. KabarBursa
IHSG diprediksi rawan koreksi ke 7.245-7.447 meski ada volume beli, analis nilai pasar masih dalam fase akhir gelombang. Foto: Dok. KabarBursa

Daftar Isi

  1. 01 Saham-Saham yang Mulai Menarik Dicermati

KABARBURSA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Meski sempat ditopang volume pembelian, arah pergerakan pasar masih dibayangi potensi koreksi lanjutan dalam jangka pendek. Data analisis teknikal MNC Sekuritas menunjukkan IHSG terkoreksi tipis 0,24 persen ke level 7.541, namun disertai munculnya minat beli yang mulai terlihat.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat posisi indeks saat ini berada di fase krusial dalam struktur gelombang. “IHSG sedang berada di akhir wave [iv] pada label hitam atau alternatifnya di akhir wave [a] dari wave B pada label merah,” ujarnya dalam riset hariannya yang dirilis, Kamis, 23 April 2026.

Dalam kerangka ini, pasar dinilai masih berpotensi melanjutkan koreksi sebelum menemukan arah yang lebih jelas. “IHSG rawan bergerak terkoreksi dengan area koreksi terdekat diperkirakan akan menguji 7,245-7,447 sekaligus menutup beberapa area gap-nya,” katanya.

Meski demikian, ruang penguatan jangka pendek masih terbuka, meskipun terbatas. “Meskipun menguat, dalam jangka pendek kami perkirakan akan menguji 7,580-7,601,” tambahnya.

Dengan level support berada di kisaran 7.488 hingga 7.351 dan resistance di 7.700 hingga 7.861, pergerakan IHSG saat ini cenderung berada dalam fase tarik-menarik antara tekanan koreksi dan potensi rebound.

Saham-Saham yang Mulai Menarik Dicermati

Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, sejumlah saham mulai menunjukkan pola teknikal yang menarik untuk diperhatikan, terutama dari sisi pergerakan gelombang dan volume transaksi.

ACES, misalnya, mencatat penguatan 2,07 persen ke level 394 dan didominasi oleh volume pembelian. Pergerakan ini menempatkan saham tersebut di fase akhir wave 5 dari wave (1), yang secara teknikal sering diikuti oleh fase koreksi berikutnya.  

BBYB juga menunjukkan sinyal serupa dengan kenaikan 2,42 persen ke level 338, disertai peningkatan volume beli. Saat ini, saham tersebut diperkirakan berada pada bagian wave (iv), yang mengindikasikan fase konsolidasi sebelum potensi pergerakan lanjutan.

Sementara itu, BMRI menguat 1,06 persen ke 4.750, namun pergerakannya masih tertahan oleh rata-rata pergerakan jangka panjang. Posisi teknikalnya berada pada fase wave B, yang biasanya menjadi fase transisi sebelum arah tren berikutnya terbentuk.

Adapun GOTO cenderung bergerak datar di level 56, namun tetap ditopang oleh volume pembelian. Secara teknikal, saham ini berada pada bagian wave [c] dari wave 1, yang membuka peluang pergerakan lanjutan selama mampu keluar dari tekanan resistance terdekat.  

Secara keseluruhan, kondisi pasar saat ini menunjukkan fase yang belum stabil. Di satu sisi, mulai muncul akumulasi pembelian. Namun di sisi lain, struktur teknikal masih mengindikasikan potensi koreksi lanjutan.

Dengan posisi IHSG yang berada di ujung fase gelombang, arah pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan oleh kekuatan tekanan jual dan konsistensi minat beli di pasar. Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait