Market Hari Ini 29 Apr 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

IHSG Rebound ke 7.100, Berikut Saham Top Gainers Hari ini

IHSG dibuka menguat ke 7.100 didorong saham top gainers dan sektor teknologi, dengan peluang rebound terbatas menurut analisis teknikal.

IHSG hari ini dibuka menguat ke 7.100 didukung saham top gainers dan sektor teknologi. Simak analisis, support, dan resistance terbaru.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 29 April 2026. Foto: KabarBursa.com/Desty
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 29 April 2026. Foto: KabarBursa.com/Desty

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 29 April 2026, setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan jual. Pada awal sesi, IHSG tercatat berada di level 7.100,18 atau naik 27,78 poin setara 0,39 persen.

Pergerakan indeks pada pembukaan didukung oleh aktivitas transaksi yang tercatat mencapai 13,59 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp358,43 miliar dan frekuensi transaksi sekitar 53,22 ribu kali. Secara intraday, IHSG sempat bergerak di rentang 7.093 hingga 7.109.

Dari sisi pergerakan saham, sejumlah emiten mencatatkan penguatan signifikan pada awal perdagangan. PT Leyand International Tbk (LAPD) memimpin top gainers setelah naik 17,65 persen ke level 120. Disusul PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang menguat 15,58 persen ke 230, serta PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang naik 12,66 persen ke 2.670.

Selain itu, PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) juga mencatat kenaikan 10,15 persen ke level 3.690, sementara PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) menguat 9,93 persen ke 166. Penguatan saham-saham ini turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan IHSG di zona hijau pada awal sesi.

Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada sejumlah saham. PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) tercatat turun 12,06 persen ke level 124. PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) melemah 9,76 persen ke 148, diikuti PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang turun 6,67 persen ke 182.

Penurunan juga terjadi pada PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) yang terkoreksi 6,43 persen ke 131 dan PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) yang melemah 5,95 persen ke 79. Pergerakan saham-saham ini mencerminkan masih adanya tekanan jual pada sebagian pasar.

Secara sektoral, mayoritas sektor berada di zona positif. Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 2,76 persen, diikuti sektor industrial yang naik 1,25 persen dan sektor transportasi yang menguat 0,56 persen.

Sektor energi juga mencatat kenaikan 0,46 persen, sementara sektor keuangan naik 0,36 persen dan sektor properti bertambah 0,33 persen.

Sementara itu, sektor non-cyclical naik 0,34 persen, sektor cyclical menguat 0,16 persen, dan sektor kesehatan naik tipis 0,03 persen. Adapun sektor basic industry naik 0,08 persen, sedangkan sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang melemah dengan penurunan 0,03 persen.

Pergerakan IHSG pada awal perdagangan ini menunjukkan adanya upaya rebound setelah tekanan pada sesi sebelumnya, dengan dukungan dari sejumlah saham berkapitalisasi kecil hingga menengah serta penguatan mayoritas sektor.

Sementara itu, MNC Sekuritas dalam riset hariannya menyebutkan bahwa IHSG sebelumnya terkoreksi 0,48 persen ke level 7.072 dengan tekanan jual yang masih mendominasi dan volume yang cenderung menurun.

Secara teknikal, posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave v atau alternatifnya di akhir wave b dari wave B. Koreksi dinilai relatif terbatas pada area 6.983 hingga 7.009, dengan peluang penguatan jangka pendek menguji level 7.109 hingga 7.270. Support berada di 7.022 dan 6.917, sementara resistance di 7.313 dan 7.484.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait