Market Hari Ini 25 Feb 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

IHSG Sentuh Level 8.329, Asing Masuk Rp1,38 Triliun

IHSG naik 0,59 persen ke 8.329,87 didorong net buy asing Rp1,38 triliun. Analis proyeksikan potensi lanjut ke 8.503 selama bertahan di atas 8.170.

IHSG menguat 0,59 persen ke 8.329,87 dengan net buy asing Rp1,38 triliun. Analis proyeksi indeks berpeluang lanjut ke 8.503 jika bertahan di atas 8.170.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat. Foto: KabarBursa.com/Desty.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat. Foto: KabarBursa.com/Desty.

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 25 Februari 2026. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 49,03 poin atau 0,59 persen ke level 8.329,87. Pergerakan ini terjadi setelah sehari sebelumnya indeks sempat terkoreksi 1,37 persen ke posisi 8.280.

Pada awal sesi, IHSG bergerak di kisaran 8.316 hingga 8.334. Total volume transaksi di seluruh pasar tercatat 9,19 miliar lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp464,43 miliar dari 62,08 ribu transaksi.

Dari aktivitas investor asing, tercatat nilai beli asing (foreign buy) sebesar Rp10,52 triliun dan jual asing (foreign sell) Rp9,15 triliun. Dengan demikian, terdapat net foreign buy sebesar Rp1,38 triliun di seluruh pasar.

Di pasar reguler, net buy asing mencapai Rp621,89 miliar, sedangkan di pasar tunai dan negosiasi sebesar Rp754,96 miliar.

Komposisi transaksi menunjukkan investor domestik masih mendominasi dengan porsi 66,74 persen, sementara asing 33,26 persen. Nilai beli domestik tercatat Rp19,05 triliun dan jual domestik Rp20,42 triliun.

Penguatan terjadi di hampir seluruh sektor. Sektor basic industry naik 1,32 persen, sektor keuangan menguat 1,06 persen, sektor kesehatan 1,00 persen, sektor energi 0,80 persen, sektor teknologi 0,78 persen, dan sektor infrastruktur 0,82 persen.

Sektor transportasi naik 0,27 persen, sektor properti 0,37 persen, sektor consumer cyclicals 0,79 persen, sektor non-cyclicals 0,24 persen, serta sektor industrial 0,51 persen.

Dari jajaran saham penguat, PT Artha Mahiya Investama Tbk dengan kode saham AIMS dari sektor investasi melonjak 20,75 persen ke harga 640. PT Telefast Indonesia Tbk dengan kode saham TFAS dari sektor teknologi naik 14,79 persen ke 326.

PT Perdana Bangun Pusaka Tbk dengan kode saham KONI dari sektor perdagangan menguat 14,44 persen ke 2.060. PT Armada Berjaya Trans Tbk dengan kode saham JAYA dari sektor transportasi naik 12,50 persen ke 135. PT Sentral Mitra Informatika Tbk dengan kode saham LUCK dari sektor teknologi menguat 12,07 persen ke 130.

Sementara itu, saham-saham yang terkoreksi antara lain PT Indospring Tbk dengan kode saham INDS dari sektor otomotif dan komponen yang turun 14,97 persen ke 1.505. PT Panca Anugrah Wisesa Tbk dengan kode saham MGLV dari sektor perdagangan melemah 9,80 persen ke 3.680.

PT Sunson Textile Manufacture Tbk dengan kode saham SSTM dari sektor tekstil turun 9,05 persen ke 1.005. PT Trisula Textile Industries Tbk dengan kode saham BELL dari sektor tekstil terkoreksi 7,56 persen ke 220. PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk dengan kode saham DIVA dari sektor teknologi turun 7,56 persen ke 159.

Berdasarkan riset MNCS Daily Scope Wave yang dirilis MNC Sekuritas pada 25 Februari 2026, analis memperkirakan koreksi minimal IHSG telah tercapai.

Dalam laporan tersebut disebutkan, selama IHSG mampu bertahan di atas level support 8.170, indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan sebagai bagian dari wave (c) dari wave [x] menuju rentang 8.440 hingga 8.503. Namun, analis MNCS juga mengingatkan adanya potensi koreksi lanjutan ke rentang 8.149 hingga 8.217 apabila tekanan jual kembali meningkat.

Support IHSG berada di level 8.170 dan 8.025, sedangkan resistance di 8.408 dan 8.596. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait