Market Hari Ini 22 Nov 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

IHSG Sepekan Solid: Net Sell Asing Tinggi, Pekan Depan Menguat Terbatas

IHSG mencetak rekor baru meski aktivitas transaksi melemah, sementara net sell asing dan volatilitas global membuat pergerakan pekan depan tetap sensitif dan penuh kehati-hatian.

IHSG mencetak rekor baru meski likuiditas turun dan asing masih jual bersih. Penguatan berpeluang berlanjut jika support bertahan dan volume meningkat.

Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

Daftar Isi

  1. 01 Net Sell Asing Masih Besar
  2. 02 Pekan Depan, IHSG Masih di Zona Positif

KABARBURSA.COM – IHSG menutup pekan 17–21 November 2025 dengan kinerja yang solid sekaligus penuh sinyal kontras. Di satu sisi, indeks kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.414,35. 

Namun indikator aktivitas pasar justru melemah dan menandai pergerakan yang ditopang lebih oleh kekuatan indeks big caps ketimbang partisipasi luas pelaku pasar.

Kenaikan 0,52 persen selama sepekan tersebut mengonfirmasi bahwa arus optimisme belum benar-benar surut, meski latar belakang global sedang bergejolak akibat ketidakpastian arah suku bunga The Fed dan volatilitas di pasar komoditas. 

IHSG berhasil menjaga momentum penguatan yang sudah terbentuk sejak awal November, mengimbangi tekanan di pasar regional yang relatif lebih rapuh.

Dari sisi kapitalisasi, bursa mencatat peningkatan menjadi Rp15.391 triliun. Artinya, kenaikan indeks masih ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar seperti perbankan, konsumer, energi, hingga otomotif. 

Namun performa IHSG yang kuat berbanding terbalik dengan aktivitas dagang yang justru menyusut. Rata-rata nilai transaksi harian turun 8,45 persen menjadi Rp21,37 triliun, sementara volume transaksi anjlok 27,2 persen. 

Penurunan ini menunjukkan bahwa reli yang terjadi belum ditopang likuiditas yang meluas. Buyer ada, tetapi tidak seagresif pekan-pekan sebelumnya.

Net Sell Asing Masih Besar

Pelaku pasar asing juga belum menunjukkan minat kembali. Investor asing mencatatkan jual bersih Rp26,32 miliar pada Jumat dan secara year-to-date masih membukukan net sell dalam jumlah besar, yaitu Rp50,32 triliun. 

Kombinasi net sell berkepanjangan dan melemahnya volume transaksi mengindikasikan bahwa kenaikan IHSG cenderung bersifat selective rally, lebih digerakkan oleh sektor-sektor defensif dan saham-saham yang menjadi benchmark utama indeks.

Dari sisi teknikal, IHSG memasuki akhir pekan dengan koreksi kecil 0,07 persen, namun justru disertai munculnya volume pembelian. Pola ini memberikan sinyal bahwa tekanan jual tidak dominan, dan ada upaya menahan indeks agar tetap berada di atas area support psikologis. 

Secara struktur gelombang, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam wave (iii) dari wave [iii], sebuah fase penguatan yang biasanya masih memiliki ruang naik dalam jangka pendek.

Pekan Depan, IHSG Masih di Zona Positif

Arah pergerakan indeks pada Senin, 24 November 2025, sangat bergantung pada kemampuan IHSG mempertahankan area support 8.341–8.350. Selama zona ini tidak ditembus, indeks berpotensi kembali bergerak positif menuju area target 8.540–8.577. 

Kenaikan tersebut akan semakin valid apabila bursa mampu menunjukkan peningkatan nilai transaksi, terutama dari sektor perbankan, industri dasar, dan energi.

Namun, ada risiko signifikan yang perlu diwaspadai. Volume transaksi yang melemah membuka peluang terjadinya false breakout apabila kenaikan IHSG tidak dibarengi dengan likuiditas yang memadai. 

Selain itu, volatilitas global—khususnya perkembangan suku bunga AS dan tekanan di pasar minyak—masih dapat menjadi katalis negatif bagi arus modal jangka pendek.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah saham pilihan teknikal menunjukkan potensi berbeda-beda. MNC Sekuritas melihat ASII berada dalam posisi buy on weakness dan diuntungkan oleh pergerakan yang sudah kembali di atas MA20. 

BBTN masih dalam fase koreksi wave [ii], sehingga peluang rebound mulai terbuka ketika mencapai area permintaan. Sementara TOBA sedang berada pada awal wave [c] dengan volume penguatan yang meningkat, menjadikannya kandidat penggerak sektor energi pada pekan depan. 

Sedangkan COCO berada dalam posisi rawan koreksi lanjutan karena dominasi tekanan jual dan kecenderungan bergerak di bawah MA20.

Dengan keseluruhan kombinasi data ini, IHSG pada Senin diperkirakan bergerak konstruktif namun berhati-hati. Peluang penguatan tetap ada, tetapi sensitif terhadap perkembangan makro global dan keberlanjutan pembelian domestik. 

Selama support utama tidak ditembus dan likuiditas mulai membaik, peluang menuju rekor baru kembali terbuka. Namun tanpa dukungan volume, reli akan tetap rentan terhadap tekanan intraday.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait