Market Hari Ini 22 Jul 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

IHSG Sesi Satu Menguat Tipis, Saham Grup Prajogo Jadi Penopang

IHSG menguat tipis di tengah minimnya katalis ekonomi. Saham-saham grup Prajogo dan emiten batubara seperti ADRO menopang pasar, dengan volume transaksi mencapai Rp10,56 triliun.

IHSG naik tipis ke 7.413, saham grup Prajogo dan batubara jadi penopang. ADRO memimpin penguatan, CDIA melonjak, dan aksi korporasi MMLP jadi sorotan.

Layar pantau bursa di main hall BEI. (Foto: Dok KabarBursa)
Layar pantau bursa di main hall BEI. (Foto: Dok KabarBursa)

Daftar Isi

  1. 01 Emiten Batu Bara Membara
  2. 02 Bursa Asia Bergerak Positif, Rupiah Melemah Tipis

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan hari Selasa, 22 Juli 2025, dengan penguatan tipis sebesar 0,20 persen ke posisi 7.413,31. 

Meskipun tidak ada katalis ekonomi besar yang mendorong pergerakan pasar, beberapa saham unggulan berhasil menjaga sentimen positif di tengah minimnya arah pasar yang jelas. 

Nilai transaksi di sesi pagi tercatat sebesar Rp10,56 triliun. Angka ini cukup moderat, dengan pergerakan sektor yang sangat selektif.

Tim riset PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia melihat saham-saham yang berafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu kembali menjadi magnet bagi pelaku pasar. CDIA tercatat melonjak tajam hingga hampir 25 persen, sementara BREN turut menguat hampir 4 persen. 

Kenaikan ini terjadi di tengah absennya berita baru, sehingga pasar menafsirkan penguatan tersebut sebagai bagian dari ekspektasi arus dana asing yang masih terus masuk ke saham-saham energi baru terbarukan dan infrastruktur milik grup ini.

Di dalam negeri, pergerakan saham cenderung terbagi. Sektor energi, teknologi, dan infrastruktur memimpin penguatan, sementara sektor industri, konsumer siklikal, dan bahan baku mencatatkan penurunan. 

Tidak ada dorongan kuat dari sisi makroekonomi, sehingga investor cenderung fokus pada cerita masing-masing saham.

Emiten Batu Bara Membara

Salah satu sektor yang menunjukkan kekuatan adalah batu bara. Saham ADRO memimpin penguatan setelah perusahaan mengumumkan pembelian kembali saham dengan jumlah yang cukup signifikan. Porsi saham treasuri ADRO kini naik menjadi 5,21 persen dari sebelumnya 4,56 persen. 

Pasar merespons positif langkah ini, dengan saham ADRO melesat hampir 6 persen. Saham-saham batubara lainnya, seperti DOID, BUMI, dan AADI, juga ikut menguat.

Di luar sektor batu bara, BIPI mencatat lonjakan hingga 8,43 persen meski tidak ada kabar penting yang dirilis perusahaan. Pergerakan ini kemungkinan besar didorong oleh spekulasi teknikal, mengingat lonjakan volumenya tidak diikuti oleh sentimen fundamental baru.

Di sisi lain, saham-saham dengan kapitalisasi besar masih bergerak bervariasi. ANTM justru menjadi salah satu penekan indeks setelah turun 3,76 persen, sementara saham lain seperti WIFI dan ADRO menjadi penyumbang transaksi terbesar pada sesi pagi.

Kabar korporasi juga turut membentuk narasi pasar hari ini. PT Saka Industrial Arjaya, entitas bisnis dari Grup Astra, mengumumkan rencananya untuk mengakuisisi 83,67 persen saham MMLP. 

Langkah ini memperkuat sinyal bahwa sektor logistik dan kawasan industri kembali menjadi fokus ekspansi strategis para konglomerat domestik. Di sisi lain, STAA melaporkan laba bersih semester I 2025 sebesar Rp656,7 miliar, naik 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dengan minimnya rilis data ekonomi minggu ini, pergerakan IHSG tampaknya akan tetap dikendalikan oleh dinamika saham-saham tertentu dan aksi korporasi. 

Di tengah pasar yang relatif datar, saham-saham seperti CDIA, ADRO, dan BREN menjadi pilihan utama para pelaku pasar yang berburu momentum jangka pendek.

Bursa Asia Bergerak Positif, Rupiah Melemah Tipis

Dari kawasan Asia, bursa-bursa utama juga bergerak positif. Di Jepang, pasar saham dibuka menguat setelah sempat ditutup pada awal pekan. Investor di Negeri Sakura tampak tetap tenang, meskipun koalisi partai yang berkuasa kehilangan mayoritas kursi di majelis tinggi dalam pemilu akhir pekan lalu. 

Sementara itu, rupiah melemah tipis terhadap dolar AS dan kini berada di level Rp16.303 per dolar, turun 0,05 persen.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait