IHSG Sudah Hijau, Analis Ingatkan Risiko Koreksi di Tengah Euforia

IHSG menguat ke 7.302, namun analis MNC Sekuritas melihat potensi koreksi ke 6.745–6.887 di tengah euforia pasar.

IHSG naik ke 7.302, tapi analis peringatkan risiko koreksi ke 6.745–6.887 meski peluang lanjut ke 7.779 masih terbuka.

IHSG naik ke 7.302, tapi analis peringatkan risiko koreksi ke 6.745–6.887 meski peluang lanjut ke 7.779 masih terbuka. Foto: Dok. KabarBursa
IHSG naik ke 7.302, tapi analis peringatkan risiko koreksi ke 6.745–6.887 meski peluang lanjut ke 7.779 masih terbuka. Foto: Dok. KabarBursa

Daftar Isi

  1. 01 Saham yang Menarik Dipantau Hari ini
  2. 02 BKSL
  3. 03 ENRG
  4. 04 INCO
  5. 05 SRTG

KABARBURSA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan signifikan dalam perdagangan terakhir, namun euforia pasar dinilai belum sepenuhnya aman. Di balik lonjakan tersebut, potensi koreksi masih membayangi pergerakan indeks dalam jangka pendek.

IHSG tercatat menguat 2,75 persen ke level 7.302 dengan dukungan volume pembelian yang meningkat. Kenaikan ini sekaligus menandai tercapainya target penguatan terdekat yang sebelumnya diproyeksikan.

“IHSG melanjutkan penguatannya sebesar 2,75% ke 7,302 dan disertai dengan adanya kenaikan volume pembelian, target penguatan terdekat pun sudah tercapai,” kata Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana dalam riset hariannya, Kamis, 26 Maret 2026.

Herditya melihat struktur pergerakan IHSG masih menyisakan risiko penurunan. Dalam analisis gelombang Elliott, posisi indeks dinilai masih berada dalam fase yang rawan koreksi.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6,745-6,887,” jelasnya.

Artinya, kenaikan yang terjadi saat ini belum sepenuhnya menutup peluang tekanan balik. Pasar masih berada dalam fase transisi yang sensitif terhadap aksi ambil untung.

Meski demikian, skenario optimistis tetap terbuka. Jika fase koreksi telah selesai, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan ke level yang lebih tinggi. “Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7,450-7,779,” katanya.

Secara teknikal, level support IHSG berada di kisaran 7.156 hingga 7.022, sementara resistance terdekat berada di 7.374 dan 7.527. Rentang ini menjadi penentu arah berikutnya, apakah indeks melanjutkan penguatan atau justru mengalami koreksi sehat.

Saham yang Menarik Dipantau Hari ini

Di tengah dinamika IHSG tersebut, MNC Sekuritas menyoroti sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati, terutama dengan pendekatan buy on weakness.

BKSL

Saham BKSL menguat 6,93 persen ke level 108 dan didukung oleh peningkatan volume pembelian. Secara teknikal, posisinya diperkirakan berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C), yang membuka peluang kelanjutan tren naik setelah fase konsolidasi.

Rentang buy on weakness berada di area 102 hingga 106, dengan target harga di 111 dan 119 serta batas risiko di bawah 98.

ENRG

ENRG mencatat kenaikan 5,69 persen ke level 1.485. Pergerakan ini dinilai sebagai fase awal dari wave (B), selama harga mampu bertahan di atas level 1.300.

Rentang akumulasi berada di 1.340 hingga 1.410, dengan target harga di 1.565 dan 1.730. Level 1.300 menjadi batas bawah yang perlu dijaga untuk menghindari perubahan tren.

INCO

INCO menguat 2,69 persen ke level 5.725 dengan dominasi volume pembelian. Secara teknikal, saham ini diperkirakan berada dalam fase wave [a] dari wave 2, yang menunjukkan potensi penguatan lanjutan setelah fase koreksi.

Area beli berada di kisaran 5.475 hingga 5.650, dengan target harga di 5.900 dan 6.275 serta stop loss di bawah 5.375.

SRTG

SRTG naik 3,34 persen ke level 1.700 dan berhasil menembus garis rata-rata pergerakan MA20 dan MA60. Kondisi ini mengindikasikan awal fase penguatan baru dalam wave (iii) dari wave [iii].

Rentang akumulasi berada di 1.615 hingga 1.700, dengan target harga di 1.785 dan 1.855 serta batas risiko di bawah 1.530.

Penguatan IHSG dalam beberapa hari terakhir memang memberi ruang optimisme. Namun, struktur teknikal yang masih rapuh membuat pelaku pasar perlu tetap waspada.

Di tengah tren naik, pasar belum sepenuhnya keluar dari fase koreksi. Dalam situasi seperti ini, strategi selektif dan disiplin pada level risiko menjadi kunci menjaga portofolio tetap aman.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait