Market Hari Ini 15 Dec 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

IHSG Tekoreksi, Berikut Lima Saham dengan Penyusutan Terdalam

PT PP Presisi Tbk (PPRE) menjadi saham yang bertengger di posisi teratas top gainer usai menguat 34,19 persen ke level 157.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup koreksi usai melemah 0,13 persen atau turun 10 poin ke level 8.649 pada perdagangan Senin, 15 Desember 2025.

Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup koreksi usai melemah 0,13 persen atau turun 10 poin ke level 8.649 pada perdagangan Senin, 15 Desember 2025.


PT PP Presisi Tbk (PPRE) menjadi saham yang bertengger di posisi teratas top gainer usai menguat 34,19 persen ke level 157. Di posisi kedua terdapat PT Victoria Insurance Tbk (VINS) dengan penguatan 34,18 persen di level 212.

Saham PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) juga masuk ke dalam jajaran top gainer usai harga naik signifikan 34,03 persen ke level 256.

Dua saham lainnya yang sukses berada di top gainer ialah PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) dan PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) dengan penguatan masing-masing 25,36 persen dan 25 persen.

Di sisi lain, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menjadi saham yang berada di posisi teratas top loser usai melemah 14,78 persen ke level 1.355.

Saham PT Fortune Indonesia (FORU) juga terpantau terjun bebas 14,70 persen ke level 1.335. Diikuti PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) yang terkoreksi 14,44 persen ke posisi 77.

PT Steady Safe Tbk (SAFE) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melengkapi lima besar top loser dengan masing-masing pelemahan sebesar 13,40 persen dan 13,12 persen.

Berdasarkan data performa sektor, energi menjadi yang mengalami koreksi terdalam dengan pelemahan 3,45 persen. Tekanan juga terlihat pada sektor teknologi yang turun 0,94 persen, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 1,94 persen serta sektor basic industry yang terkoreksi 1,40 persen.

Sektor properti turut bergerak di zona merah dengan penurunan 0,71 persen, sementara sektor transportasi relatif stagnan dengan koreksi tipis 0,01 persen.

Di sisi lain, sejumlah sektor mencatatkan penguatan dan menjadi penopang pergerakan pasar. Sektor kesehatan mencatat kenaikan tertinggi dengan penguatan 3,50 persen, disusul sektor keuangan yang menguat 2,20 persen. Sektor industri juga bergerak positif dengan kenaikan 0,36 persen.

Sektor berbasis konsumsi menunjukkan pergerakan terbatas. Sektor consumer non-cyclical naik 0,50 persen, sementara sektor consumer cyclical menguat tipis 0,10 persen. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait