Market Hari Ini 25 Sep 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

IHSG Tergelincir di Sesi Pertama: Saham Emas Terpuruk, COIN Jadi Pemimpin Kenaikan

IHSG sesi pertama Kamis, 25 September 2025 melemah 0,62 persen ke 8.075,77, saham EMAS dan ANTM tertekan, sementara COIN memimpin kenaikan dan sektor non-primer jadi penopang.

IHSG turun 0,62% di sesi pertama Kamis, 25 September 2025. Saham EMAS dan ANTM jatuh tajam, COIN jadi leader, sektor non-primer dan properti masih menguat.

Ilustrasi - penampakan IHSG di papan pantau BEI. Foto: KabarBursa.com/Desty Luthfiani.
Ilustrasi - penampakan IHSG di papan pantau BEI. Foto: KabarBursa.com/Desty Luthfiani.

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada sesi pertama perdagangan Kamis, 25 September 2025, dan ditutup di level 8.075,77 setelah terkoreksi 50,78 poin atau 0,62 persen. 

Pergerakan ini mencerminkan adanya tekanan jual yang lebih dominan, meski beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan signifikan. Pasar masih dibayangi aksi ambil untung, sementara investor mencermati dinamika global dan kinerja sektor-sektor domestik.

IHSG memulai perdagangan hari ini di level 8.130,02, sempat menyentuh titik tertinggi di 8.146,09, namun kemudian tergelincir hingga menyentuh level terendah 8.055,92 sebelum akhirnya parkir di 8.075,77. 

Angka ini menandai pelemahan dibandingkan penutupan sebelumnya di 8.126,56. Tekanan jual terjadi meski IHSG masih berada relatif dekat dengan rekor 52 minggu di 8.169,02, menunjukkan bahwa euforia reli sebelumnya mulai mereda.

Dari sisi saham, emiten yang masuk ke daftar leaders di sesi pertama antara lain PT Clipan Finance Indonesia Tbk (COIN) yang melesat 6,94 persen ke 3.080, PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 0,39 persen ke 6.500, dan PT Cakra Mineral Tbk (CDIA) menguat 1,48 persen ke 1.715. 

Ketiga saham ini mencatat kenaikan berkat sentimen positif di sektornya masing-masing, sehingga mampu menopang sebagian tekanan IHSG.

Sebaliknya, di jajaran laggards, saham PT Emas Tbk (EMAS) menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 10,71 persen ke level 3.250. Disusul oleh saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang terkoreksi 1,34 persen ke 147, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang anjlok 7,20 persen ke 3.220. 

Koreksi tajam pada saham-saham berbasis komoditas ini memberi tekanan signifikan terhadap IHSG.

Sektor-sektor di Bursa Efek Indonesia juga menunjukkan kinerja variatif. Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXNONCYC) tampil paling positif dengan kenaikan 1,86 persen, diikuti sektor properti (IDXPROPERT) yang naik 0,95 persen, dan sektor teknologi (IDXTECHNO) yang menguat 0,77 persen. 

Sementara itu, pelemahan terbesar dialami sektor transportasi (IDXTRANS) yang turun 2,43 persen, sektor barang dasar (IDXBASIC) yang terkoreksi 2,52 persen, serta sektor industri (IDXINDUST) yang merosot 1,64 persen. Sektor keuangan (IDXFINANCE) juga ikut tertekan dengan penurunan 0,56 persen.

Secara keseluruhan, sesi pertama perdagangan hari ini menunjukkan pola distribusi di mana saham-saham tertentu masih mampu mencatatkan penguatan, namun mayoritas sektor dan saham unggulan justru melemah. 

Tekanan terutama datang dari sektor berbasis komoditas dan transportasi, sedangkan saham konsumer non-primer dan properti menjadi penyeimbang. Investor tampaknya memilih bersikap hati-hati, mengingat IHSG masih berada dekat level psikologis tertinggi tahunannya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait