KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah. Pada perdagangan Rabu kemarin, IHSG terkoreksi 0,55 persen ke level 6.220 di tengah meningkatnya tekanan jual yang masih membayangi pasar.
Meski demikian, koreksi tersebut belum sepenuhnya menghapus harapan pelaku pasar. Secara teknikal, pergerakan IHSG masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari atau MA20, sebuah sinyal yang menunjukkan peluang pemulihan belum sepenuhnya tertutup.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pelemahan yang terjadi saat ini masih merupakan bagian dari fase koreksi jangka pendek sebelum indeks berupaya melanjutkan penguatan.
“Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3, adapun penguatan IHSG kami perkirakan akan menguji di 6.476-6.577, namun demikian tetap cermati akan adanya koreksi dari IHSG ke level area 6.113-6.176,” ujar Herditya dalam riset hariannya, Kamis, 18 Juni 2026.
Dengan proyeksi tersebut, IHSG masih memiliki peluang bergerak menuju area 6.476 hingga 6.577 apabila tekanan jual mulai mereda. Namun, investor tetap perlu mewaspadai kemungkinan indeks kembali terkoreksi ke rentang 6.113 sampai 6.176 sebelum menemukan pijakan yang lebih kuat.
Dalam riset yang sama, Herditya juga menyoroti sejumlah saham yang menarik diperhatikan berdasarkan pergerakan teknikalnya.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi salah satu emiten yang masih menunjukkan momentum positif. Saham ini menguat 2,89 persen ke level 1.425 dan ditopang dominasi volume pembelian. Menurut Herditya, posisi AMRT saat ini diperkirakan masih berada dalam bagian wave [iv] dari wave C.
Selain itu, PT Timah Tbk (TINS) juga masuk dalam radar perhatian. Meskipun terkoreksi 1,72 persen ke level 3.540, Herditya menilai pergerakan saham tersebut masih berada dalam pola wave (B) dari wave [B].
Di sisi lain, investor perlu lebih berhati-hati terhadap saham PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP). Kedua saham tersebut dinilai masih menghadapi risiko koreksi lanjutan karena belum mampu menembus area rata-rata pergerakan penting yang menjadi penanda perubahan tren.
Sementara itu, PT Migas Hulu Jabar Tbk (XMIG) turut menjadi saham yang menarik dicermati. Meski terkoreksi tipis 0,62 persen ke level 161, pergerakannya masih bertahan di atas MA20 sehingga berpotensi menjaga momentum penguatan dalam jangka pendek.
Adapun level support IHSG berada di area 5.784 dan 5.594. Sementara level resistance terdekat diperkirakan berada di kisaran 6.286 hingga 6.459.(*)