IHSG Tertahan Tekanan Jual, Peluang Naik Masih Terbuka ke Area 7.800-an

IHSG masih dibayangi tekanan jual, namun berpeluang menguat ke area 7.800 seiring pola teknikal yang masih terbentuk.

IHSG tertahan tekanan jual, namun masih berpeluang naik ke 7.800-an dengan dukungan struktur teknikal dan level support yang terjaga.

IHSG tertahan tekanan jual, namun masih berpeluang naik ke 7.800-an dengan dukungan struktur teknikal dan level support yang terjaga. Foto: Dok. KabarBursa
IHSG tertahan tekanan jual, namun masih berpeluang naik ke 7.800-an dengan dukungan struktur teknikal dan level support yang terjaga. Foto: Dok. KabarBursa

Daftar Isi

  1. 01 Saham-Saham yang Menarik Diperhatikan

KABARBURSA.COM — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan jangka pendek. Meski demikian, peluang penguatan belum sepenuhnya tertutup, dengan proyeksi indeks masih berpotensi menguji area resistance dalam waktu dekat.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mencatat IHSG terkoreksi tipis dalam perdagangan terakhir. Namun, pelemahan tersebut disertai tekanan jual yang mulai muncul di pasar.

“IHSG berbalik melemah 0,68 persen ke 7,623 namun muncul adanya tekanan jual,” tulis Herditya dalam risetnya yang dirilis Kamis, 16 April 2026.

Dalam analisis teknikal, posisi IHSG saat ini dinilai masih berada dalam fase koreksi lanjutan. Namun fase ini belum menutup peluang terjadinya rebound dalam jangka pendek.

“IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A label hitam atau bagian dari wave B pada label merah, dimana akan membawa IHSG ke rentang 7,786-7,843 sekaligus menguji area resistancenya,” jelasnya.

Artinya, meskipun tekanan jual mulai terlihat, struktur teknikal masih membuka ruang penguatan menuju area 7.800-an. Namun pergerakan ini bersifat terbatas dan lebih condong sebagai bagian dari fase konsolidasi.

Di sisi lain, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan. Area support terdekat menjadi kunci untuk menjaga tren tetap stabil. “Cermati area koreksi terdekat yang berada di 7,457-7,578,” ujarnya

Level support IHSG saat ini berada di 7.488 dan 7.351, sementara resistance berada di kisaran 7.700 hingga 7.861. Dengan rentang ini, pergerakan indeks cenderung berada dalam fase tarik-menarik antara tekanan jual dan peluang teknikal rebound.

Secara umum, kondisi ini menggambarkan IHSG sedang berada dalam fase “tahan napas”, di mana momentum kenaikan belum sepenuhnya kuat, tetapi juga belum menunjukkan pembalikan arah tren secara signifikan.

Saham-Saham yang Menarik Diperhatikan

Di tengah kondisi pasar yang cenderung fluktuatif, MNC Sekuritas mencatat sejumlah saham yang masih memiliki potensi pergerakan teknikal menarik.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

ANTM tercatat menguat tipis, namun pergerakannya masih dibayangi tekanan jual dan belum mampu menembus rata-rata pergerakan MA60.

“Kami memperkirakan, posisi ANTM saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C,” tulis Herditya

Saham ini direkomendasikan speculative buy di rentang 3.810–3.930, dengan target harga 4.070 hingga 4.270 dan stoploss di bawah 3.780.

PT Harum Energy Tbk (HRUM)

HRUM juga mengalami penguatan terbatas, namun tekanan jual masih terlihat dalam pergerakannya. “Kami memperkirakan, posisi HRUM saat ini sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c) dari wave [d],” jelasnya

Rekomendasi buy on weakness berada di 1.015–1.035, dengan target harga 1.115 hingga 1.150 dan stoploss di bawah 1.010.

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)

NCKL mencatat kenaikan yang relatif lebih tinggi, namun masih didominasi tekanan jual dan belum mampu menembus MA20.

“Kami memperkirakan, posisi NCKL saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C dari wave (B),” tulisnya.

Saham ini direkomendasikan buy on weakness di 1.120–1.145, dengan target 1.215 hingga 1.245 dan stoploss di bawah 1.100.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

PGAS menunjukkan pergerakan yang relatif lebih solid dengan dukungan volume pembelian yang cukup kuat dan berhasil menembus MA20. “Kami memperkirakan, posisi PGAS saat ini sedang berada pada bagian dari wave A dari wave (B),” ujarnya

Rekomendasi buy on weakness berada di 1.855–1.895, dengan target harga 1.965 hingga 1.995 dan stoploss di bawah 1.835.

Dengan kondisi teknikal saat ini, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan bias jangka pendek yang cenderung melemah. Namun peluang rebound tetap terbuka selama indeks mampu bertahan di area support kunci.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait