Market Hari Ini 14 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Imbas Skandal Boeing Bos Maskapai Frustasi

Imbas Skandal Boeing Bos Maskapai Frustasi
Imbas Skandal Boeing Bos Maskapai Frustasi

KABARBURSA.COM - Para pemimpin maskapai penerbangan merasa frustrasi dengan situasi Boeing yang mengakibatkan gangguan pada rencana bisnis mereka. Meski demikian, dalam pasar pesawat yang dikuasai oleh dua perusahaan besar, mereka terpaksa berbisnis dengan Boeing dari Amerika Serikat.

Krisis keselamatan yang baru-baru ini terjadi telah menyebabkan penundaan pengiriman Boeing. Namun, meskipun ada peringatan publik sebelumnya, maskapai penerbangan masih menjalin negosiasi dengan Boeing untuk memesan pesawat baru.

Pesanannya diubah untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan dalam model pesawat yang diterima. Mereka juga melakukan negosiasi lebih keras untuk mendapatkan diskon dan kompensasi atas kerugian finansial akibat penundaan produksi.

Menurut Scott Hamilton, seorang direktur eksekutif di perusahaan konsultan penerbangan Leeham Company, pelanggan Boeing tidak punya banyak pilihan selain menggunakan Boeing meskipun terjadi skandal.

Beberapa maskapai, seperti United Airlines, bahkan mencari alternatif dengan berbicara langsung dengan Airbus. Namun, Airbus juga menghadapi keterbatasan dalam pemesanan karena kapasitasnya yang sudah penuh hingga tahun 2030.

United Airlines, yang sebelumnya memesan banyak pesawat Boeing MAX 10, sekarang mempertimbangkan opsi lain setelah skandal terbaru. Mereka bahkan meminta Boeing untuk mengubah pesanan mereka menjadi model pesawat yang berbeda.

CEO American Airlines, Robert Isom, juga telah mengkritik Boeing atas masalah kualitas yang terus muncul. Mereka bahkan telah memesan pesawat MAX 10 sebagai alternatif untuk Airbus A321.

Situasi ini menunjukkan bahwa maskapai penerbangan harus menyesuaikan rencana mereka dengan penundaan pengiriman Boeing, yang juga meningkatkan biaya operasional mereka.

Bagi maskapai seperti Southwest Airlines, yang memiliki ketergantungan yang kuat pada Boeing, berpindah ke produsen pesawat lain akan membutuhkan investasi besar dan perubahan dalam strategi bisnis mereka.

Meskipun ada tekanan dari Airbus untuk beralih, Southwest tetap mempertahankan kesetiaannya pada Boeing. Mereka menganggap kerjasama dengan Boeing sangat penting bagi kesuksesan bisnis mereka.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait