Market Hari Ini 27 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

INDEF: Target Defisit 2,4{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} hingga 2,8{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} di APBN 2025

INDEF: Target Defisit 2,4{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} hingga 2,8{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} di APBN 2025
INDEF: Target Defisit 2,4{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} hingga 2,8{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} di APBN 2025

KABARBURSA.COM-Menurut target yang ditetapkan oleh pemerintah, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun 2025 diharapkan berada di kisaran 2,4 persen hingga 2,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dari defisit APBN tahun 2024 yang mencapai 2,29 persen dari PDB. Kenaikan defisit tersebut sejalan dengan kebutuhan anggaran yang besar pada masa pemerintahan mendatang.

Menurut Eko Listiyanto, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), untuk membiayai program-program baru dari pemerintah selanjutnya, sebaiknya dilakukan dengan melakukan penyesuaian kembali anggaran yang tidak bersifat prioritas.

Menurutnya, langkah tersebut jauh lebih bijaksana daripada memperbesar defisit APBN. Upaya penghematan belanja administratif dan perjalanan dinas merupakan opsi yang dapat dipertimbangkan.

Selain itu, menambah utang baru juga bukanlah solusi yang tepat karena akan menimbulkan beban tambahan pada APBN, terutama dengan suku bunga yang saat ini cenderung tinggi dan kondisi ekonomi yang sedang lesu.

Eko juga menekankan bahwa pelebaran defisit seharusnya tidak digunakan sebagai alasan untuk mendukung program-program populis yang bersifat sosial semata.

Menurutnya, fokus seharusnya ditujukan pada upaya yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, seperti pembangunan infrastruktur logistik dan pengembangan kawasan industri.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait