Market Hari Ini 02 Nov 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Indofood Group Stagnan, ICBP Terpukul Kurs Rupiah

Indofood mencatat kenaikan laba usaha 5 persen di 9M25, tapi anak usaha ICBP alami penurunan laba bersih 13 persen.

Indofood mencatat kenaikan laba usaha 5 persen di 9M25, tapi anak usaha ICBP alami penurunan laba bersih 13 persen.

Indofood group menutup sembilan bulan pertama tahun 2025 dengan hasil campuran. (Foto: Dok. Indofood)
Indofood group menutup sembilan bulan pertama tahun 2025 dengan hasil campuran. (Foto: Dok. Indofood)

Daftar Isi

  1. 01 Segmen Agribisnis dan Bogasari Menahan Pelemahan

KABARBURSA.COM – Indofood group menutup sembilan bulan pertama tahun 2025 dengan hasil yang beragam. 

Induk usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatat kenaikan laba usaha dan penguatan margin di tengah tantangan nilai tukar, sementara anak usaha utamanya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menunjukkan kinerja lebih moderat dengan tekanan pada laba bersih akibat rugi kurs.

Secara konsolidasi, Grup Indofood tetap menunjukkan ketahanan operasional di sektor makanan olahan, meskipun laju pertumbuhan melambat di lini consumer branded products.

INDF melaporkan pendapatan konsolidasi sekitar Rp91,3 triliun pada 9M25, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laba usaha naik menjadi Rp15,8 triliun. 

Marjin operasi grup juga meningkat di sebagian besar segmen utama, didorong pengendalian biaya bahan baku dan efisiensi rantai distribusi.

Namun, depresiasi Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memberi tekanan pada laba bersih grup yang tercatat Rp9,5 triliun, hanya tumbuh tipis dari tahun sebelumnya. 

Manajemen menyebutkan beban selisih kurs sebagai faktor non-operasional utama yang menahan pertumbuhan laba.

“Fundamental bisnis Grup Indofood tetap kuat dengan kinerja solid di hampir seluruh lini usaha, terutama pada mi instan dan distribusi,” ujar manajemen dalam keterangan resminya.

Sebagai kontributor terbesar, ICBP menyumbang lebih dari 60 persen laba konsolidasi INDF, meski menunjukkan tekanan laba bersih pada 9M25.
 

Anak usaha ini membukukan penjualan Rp56,27 triliun, naik 1 persen yoy, dengan laba usaha Rp12,74 triliun atau tumbuh 6 persen. 

Margin usaha meningkat menjadi 22,6 persen, mencerminkan efisiensi produksi dan bauran produk yang lebih menguntungkan.

Namun, laba bersih ICBP turun 13 persen menjadi Rp7,11 triliun, disebabkan oleh rugi kurs belum terealisasi dari pinjaman valuta asing. Core profit yang mencerminkan kinerja operasional murni juga turun 4 persen ke Rp7,69 triliun.

Direktur Utama ICBP Anthoni Salim mengatakan, tahun 2025 menjadi periode yang menantang.

“Situasi bisnis diwarnai dengan dinamika pasar dan fluktuasi nilai tukar. Kami beradaptasi cepat, memperkuat efisiensi, dan menjaga relevansi produk agar tetap kompetitif,” ujarnya.

Segmen Agribisnis dan Bogasari Menahan Pelemahan

Selain kontribusi ICBP, kinerja segmen lain dalam Grup Indofood juga bervariasi. Bogasari, yang bergerak di penggilingan gandum dan produk tepung, mencatat pertumbuhan volume yang solid berkat pemulihan permintaan ritel dan industri.
 

Segmen agribisnis, melalui PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), menghadapi tekanan harga komoditas, namun tetap mencatat laba positif berkat peningkatan efisiensi dan hasil panen yang stabil.

Divisi distribusi Indofood mencatatkan pertumbuhan margin tipis, seiring strategi integrasi rantai pasok yang lebih efisien untuk mendukung seluruh anak usaha di bawah grup.

Indofood menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas. 

Dengan jaringan distribusi luas, lebih dari 60 pabrik di Indonesia dan 20 fasilitas produksi di luar negeri, grup ini terus memperkuat eksposur global melalui ekspansi pasar dan produk. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait