Market Hari Ini 11 Dec 2023 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Indonesia Berpotensi Jadi Centra Market Karbon

Indonesia Berpotensi Jadi Centra Market Karbon
Indonesia Berpotensi Jadi Centra Market Karbon

KABARBURSA.COM - Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menegaskan peluang Indonesia untuk menjadi pusat pasar karbon. Hal ini muncul karena negara ini memiliki potensi besar dalam pengembangan energi berkelanjutan, termasuk energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), ungkap Nurul Ichwan, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal.

Nurul Ichwan menyoroti ketertarikan tinggi Singapura terhadap investasi dalam sektor bisnis berkelanjutan. Fakta bahwa Singapura menjadi negara paling maju yang fokus pada investasi hijau di Asia Tenggara semakin memperkuat pandangan ini.

Dengan luas hutan tropis mencapai 125,9 juta hektar, Indonesia memiliki potensi besar untuk menyerap sekitar 11,318 gigaton karbon. Potensi ekonomi perdagangan karbon Indonesia mencapai Rp 350 triliun, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Edo Mahendra, Staf Khusus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, menyatakan keseriusan pemerintah dalam menggarap pasar karbon dimulai dengan menciptakan ekosistem domestik yang kuat. Langkah ini diharapkan dapat membentuk industri yang kokoh dari hulu hingga hilir.

Presiden Joko Widodo sebelumnya meresmikan Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) pada 18 September 2023. Ini menjadi langkah penting dalam mencapai komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission pada tahun 2060.

Perkembangan pasar karbon ini menjadi wujud nyata dari upaya pemerintah untuk mewujudkan dekarbonisasi dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia serius dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait