Market Hari Ini 13 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Indonesia Sharia Stock Index Jatuh, Apa yang Menarik?

Indonesia Sharia Stock Index Jatuh, Apa yang Menarik?
Indonesia Sharia Stock Index Jatuh, Apa yang Menarik?

KABARBURSA.COM - Performa indeks saham syariah menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan pada awal tahun ini. Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) terkoreksi sebesar 1,14persen secara year to date (ytd), yakni sejak awal tahun hingga Jumat 8 Maret 2024.

Penurunan ISSI ini berbeda dengan kenaikan yang dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,50persen sejak awal tahun. Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), kenaikan IHSG ini didorong oleh kinerja saham-saham perbankan.

Lima perusahaan yang menjadi pemimpin dalam mendorong kenaikan IHSG sejak awal tahun adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Hanya AMMN yang beroperasi di luar sektor perbankan.

Berdasarkan data historis, selama dua tahun terakhir pada bulan Ramadan, indeks ISSI cenderung mengalami penguatan. Contohnya, pada bulan April 2023 naik sebesar 1,13persen dan pada April-Mei 2022 menguat sebesar 4,56persen.

Muhammad Nafan Aji, Senior Investment Information Mrae Asset Sekuritas, memprediksi bahwa indeks ISSI kemungkinan akan mengalami kinerja positif selama bulan Ramadan. Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas konsumsi rumah tangga.

"Biasanya peningkatan aktivitas konsumsi rumah tangga akan mendorong peningkatan permintaan terhadap saham-saham terkait," kata Nafan, Selasa 12 Maret 2024.

Dari segi teknis, Nafan merekomendasikan untuk menambah saham ACES dengan target harga Rp860 - Rp910 per saham, dan melakukan akumulasi pada saham ANTM dengan target harga Rp1.580 - Rp1.650 per saham.

Selanjutnya, Nafan merekomendasikan untuk melakukan akumulasi pada saham ASII dengan target harga Rp5.400 - Rp5.825 per saham, akumulasi pada saham ESSA dengan target harga Rp570 - Rp630 per saham, serta akumulasi pada saham ICBP dengan target harga Rp11.150 - Rp11.825 per saham.

Nafan juga merekomendasikan untuk melakukan akumulasi pada saham INDF dengan target harga Rp6.500 - Rp6.750 per saham, akumulasi pada saham INKP dengan target harga Rp8.900 - Rp10.200 per saham, dan akumulasi pada saham MYOR dengan target harga Rp2.530 - Rp2.850 per saham.

Sementara itu, terkait saham PGAS, Nafan merekomendasikan untuk menambah posisi dengan target harga Rp1.210 - Rp1.300 per saham, melakukan akumulasi pada saham TLKM dengan target harga Rp4.040 - Rp4.240 per saham, dan melakukan akumulasi pada saham UNTR dengan target harga Rp25.000 - Rp27.000 per saham.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait